Rabu 02 Jan 2019 11:30 WIB

Friend King Maduma Tamba Terinspirasi Ahmad Deedad

Ia tak sabar untuk bisa membaca Alquran

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
Alquran
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Suatu ketika, Friend King Maduma Tamba bertanyatanya di dalam hatinya, "Kemana kita setelah meninggal dunia?" Pertanyaan itu selalu terbesit di dalam hatinya ketika mengikuti jejak orang tuanya meninggalkan Islam. King, sapaannya, pria 30 tahun ini terlahir Muslim karena kedua orang tuanya menikah secara Islam.

Tetapi ayahnya, justru kembali ke agama lamanya Kristen. Meski ayahnya menganut agama berbeda, dia membebaskan anak dan istrinya beragama apapun. Namun, tanpa alasan, ayahnya mengajak mereka untuk beribadah ke gereja.

Karena ketika itu masih sekolah dasar, dia dan kakak perempuannya, Derma, hanya mengikuti sang ayah. King memang anak yang sangat menyayangi kedua orang tua. Perintah keduanya selalu ditaati. Meski ke gereja, kakaknya dan dia tetap menjalankan shalat diam-diam.

Caranya dengan membuka atap rumah dan jendela kecil di kamarnya dan menumpang shalat di tetangga belakang rumah yang juga teman sekolah mereka. Mukena dan sajadah pun dititip di rumah tetanggannya. Suatu ketika Derma yang duduk di kelas empat SD jatuh sakit.

King ketika itu adalah siswa kelas tiga SD. Derma bangun malam, meminta King untuk dibuatkan susu hangat. Setelah meminum susu hangat, di pagi hari kakak perempuannya meninggal dunia, kembali kepada Allah SWT dengan tersenyum.

Konflik mulai terjadi di keluarganya, Ayahnya ingin memakamkan kakaknya secara non-Islam. Tetapi seluruh warga melarang, termasuk istrinya. Mereka berargumen, almarhumah tetap menjalankan Islam dan selalu shalat lima waktu.

"Bapak marah besar dan sedih, sejak saat itu, ibadah saya dan adik semakin dipantau ketat, bahkan saya dan adik harus dibaptis," katanya. Ibunya diakui King, memang menjalani Islam sekadarnya.

Ketika ayahnya berusaha memperketat ibadah agamanya, dia pun ikut menjalani ibadah ke gereja. Ini ka rena ibunya memilih agar rumah tangga nya utuh. Sang ibu tidak ingin anak-anaknya sepertinya, harus mengalami kedua orang tua yang terpisah. Namun, King menyayangkan ibunya harus menggadaikan agama untuk duniawi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement