Jumat 07 Sep 2018 14:22 WIB

Perjuangan Monik Memahami Makna dari Kata Sabar dan Ikhlas

Monik justru semakin mengerti bahwa apa yang dilaluinya adalah bukti kecintaan Allah

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agung Sasongko
Mualaf
Foto: Onislam.net
Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hijrah bagi Fatimah Berliana Monika Purba atau biasa disapa Monik lebih dari pindah agama. Mualaf yang juga ibu dari dua anak ini harus memeluk erat akidahnya setelah ujian bertubi karena keputusannya itu.

Pada mulanya, Monik mantap mengawali tekadnya mempelajari Islam demi mengikuti kekasihnya. Tak terasa dua tahun berlalu hingga akhirnya dua kalimat syahadat berhasil terucap mantap oleh Monik.

Namun, tantangan kembali muncul saat sang kekasih yang menjadi alasannya berpindah haluan, justru kini meninggalkannya. "Saya sebagai mualaf yang masih lemah imannya, tidak menyangka hal itu akan terjadi, dan itu ujian keimanan terbesar saya setelah memutuskan memeluk Islam," kata Monik saat dihubungi Republika.co.id.

Ujian pertama yang dihadapinya, menurut Monik, adalah mencari makna di balik kata sabar. Dia mengaku, untuk bersabar tidaklah mudah, bukan hanya sakit secara batin, fisiknya pun merasakan hal yang sama. Berkali-kali Monik harus keluar-masuk rumah sakit karena kondisi tubuhnya.

Namun, bukannya menyerah, Monik justru semakin mengerti bahwa apa yang dilaluinya adalah bukti kecintaan Allah padanya, untuk menguatkan pendiriannya sebagai seorang Muslimah seutuhnya, bukan hanya berdasar cinta pada seorang makhluk.

Saat sendiri di rumah sakit, seakan ada yang membisikkan untuk ikhlas dan berserah diri pada Allah. "Keluar dari rumah sakit, saya berusaha hidup normal dan menyibukkan diri dengan mengikuti pengajian, dan belajar membaca Alquran ke berbagai guru, "tutur Monik.

Perjuangan Monik untuk memahami makna dari kata Sabar dan Ikhlas, nyatanya berbuah manis dengan kedatangan Fahmi Hamim Dereinda, seorang Muslim yang mengutarakan keinginannya untuk meminang Monik yang saat itu baru memeluk Islam selama kurang lebih dua tahun.

Tak menunggu waktu lama, Monik memutuskan mengarungi bahtera rumah tangga bersama pria telah menemaninya selama dua belas tahun belakangan, hingga saat ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement