Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Siapakah Khalifah Pertama Datangkan Salju Es ke Makkah?

Rabu 12 Dec 2018 15:07 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Salju longsor (ilustrasi)

Salju longsor (ilustrasi)

Salju tersebut didatangkan dari pegunungan terdekat di kota Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID, Mendatangkan es di era sekarang untuk keperluan pendingin tentu bukan masalah. Hal itu bisa dilakukan menggunakan kulkas atau mesin pendingin lainnya. Tetapi bagaimana dengan masa lalu? 

Untuk menghadirkan pendingin, masyarakat pada masa lalu masih melakukannya dengan manual yaitu mengangkut salju es ke tempat tinggal mereka. Bagaimana dengan masyarakat Arab? Kapankah mereka mulai melakukan hal itu? 

Tak ada data pasti dan kuat yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademis untuk memastikan kapankan masyarakat Arab membawa salju es sebagai sekadar pendingin, entah keperluan makanan dan minuman atau untuk kepentingan pengawet.

Namun, sebuah data umum pernah disampaikan at-Thabari dalam kita Tarikhnya, pada poin peristiwa yang terjadi pada 160 Hijriyah. At-Thabari menyebutkan, pada tahun ini, Muhammad bin Sulaiman membawakan salju es untuk al-Mahdi, khalifah Abbasiyah di Makkah. 

Dengan demikian, menurut at-Thabari, al-Mahdi adalah sosok khalifah yang pertama kali membawa salju es ke Makkah. 

Hanya saja, dalam kitab Kunnasyah an-Nawadir, Abdussalam Muhammad Harun, mengatakan data di atas masih sangat general.

Selain tak dijelaskan lokasi tempat mengambil salju, data di atas juga tidak menjelaskan kemungkinan sosok selain al-Mahdi yang lebih dulu membawa salju ke Makkah. Termasuk tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang apa keperluan al-Mahdi mendatangkan salju dalam jumlah yang tak sedikit. 

Memang bisa jadi, salju es tersebut didatangkan dari pegunungan tinggi di kota-kota tak jauh dari Makkah. 

Fakta di atas mengingatkan kita tentang upaya yang serupa dilakukan pemerintah Arab Saudi yang mendatangkan beberapa ton salju dari kawasan selatan menggunakan kapal laut. 

Salju-salju konon akan dipergunakan untuk kepentingan pertanian. Namun setelah melewati sejumlah kajian, akhirnya kebijakan tersebut tak lagi dilakukan. Hal itu karena selain tak memberikan dampak nyata juga menelan biaya yang tak sedikit. 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA