Kamis 10 Aug 2017 19:41 WIB

Doa dan Energi Positif

Ustad Yusuf Mansur
Foto: Republika/ Darmawan
Ustad Yusuf Mansur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Oleh: Ustaz Yusuf Mansur

Bagaimana dengan soal berita tentang banyak orang mengkritik pemerintah? Saya mengambil sikap begini. Bukan tidak mau tahu, tetapi siapa yang tidak diberitakan saat ini.

Jadi, berita tentang siapa saja, saya mengambil sikap, selama saya tidak menyaksikan sendiri, saya memilih tidak percaya dulu. Saya diamkah? Tidak. Saya berdoa. Berdoa untuk segala potensi kebaikan dan keburukan dari satu beri ta. Entah tulisan, tayangan, atau ucapan.

Akan halnya perjuangan memperjuangkan sesuatu, tidak harus ju ga dengan bahasa yang menye rang. Tidak usah. Kita ini komunitas po sitif, harus positif semua-semuanya. Dahulu sempat heboh film-film horor, mistik, dan esek-esek, baik di film layar lebar maupun layar kaca. Saya tidak menyerang. Sama sekali tidak menyerang.

Tetapi, saya membuat sesuatu yang baru. Pilihan.

Untuk layar kaca, saya bikin sinetron serial "Maha Kasih". Alhamdulillah, saya diizinkan Allah bertemu orang-orang hebat. Timnya Sinemart dan sutradara-sutradara serta penulis-penulis hebat.

Pak Leo Sinemart, Pak Heru, Pak Chairul Umam, Pak Tantowi Yahya, Pak Sabri, dan lain-lain. Saya pun bertemu artis-artis hebat yang benar-benar mendukung hal positif tanpa menyerang, tetapi memberi pilihan.

Lahirlah saat itu sinetron awal serial "Maha Kasih", "Tukang Bubur Naik Haji". Dengan kisah Pak Sulam yang, dengan izin Allah, cetar membahana.

Di film layar lebar, ada Kun Fayakuun (KFK). Dengan dukungan PT Putaar Film besutan Haji Doni dan Hajjah Dian, KFK berkibar sampai ke layar kaca, bukan saja layar lebar.

Itu tentu tidak menghentikan semua film dimaksud saat itu. Tetapi, saya bilang lumayan. Film-film horor, mistik, dan esek-esek terambil slot tayangnya, terambil slot layar lebarnya.

Jika pilihan yang positif banyak, bukan tidak mungkin semua hal yang negatif akan hilang dengan sendirinya karena tidak laku.

Oke, kawan-kawan. Kita punya pilihan bahasa, punya pilihan strategi, punya pilihan sikap, punya pilihan ikhtiar. Jangan menyerang, kecuali benar-benar harus menye rang.

Insya Allah, kita doakan presiden dan pemerintah yang baik-baik. Siapa tahu juga besok kita yang diamanahkan Allah. Lah? Lumayan kan? Bakal dapat pulangan doa dan energi positif.

Oke, ya. Jangan pada berbalas dulu, ya. Kasih nikmat yang lain untuk membaca dulu. Benar-benar saya pesan, amanah guru nih, jangan pada membalas. Terima kasih, ya. Be positive. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement