Senin 22 May 2017 18:07 WIB

Sulaiman Spirit

Ustaz Yusuf Mansyur
Foto: Republika / Darmawan
Ustaz Yusuf Mansyur

REPUBLIKA.CO.ID, "Ia berkata : Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi," Surat Shad ayat 35.

Ayat ini disampaikan KH Yusuf Mansur dalam Kajian Islam Bulanan Istiqlal (KIBI) Tarhib Ramadhan 1438H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (21/5). Menurutnya, setiap kita ­-umat muslim- harus memiliki "Sulaiman Spirit".

Ia kembali membacakan lagi Surat Sad ayat 34 yang artinya, "Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.”

Menurutnya, kita harus punya mimpi, cita-cita dan doa yang besar seperti Nabi Sulaiman AS meskipun dalam keadaan terpuruk sekalipun. Salah apabila umat muslim tidak memiliki kesabaran, keikhlasan dan mudah putus asa saat mendapat ujian dari Allah SWT.

Sulaiman Spirit bukan hanya kita terapkan saat ikhtiar menggapai cita-cita dan doa saja, sama halnya dengan beribadah dalam kehidupan sehari-hari, kita juga harus memiliki Sulaiman Spirit maka apa yang menjadi keinginan kita dikabulkan Allah.

Pada  bulan Ramadhan, Sulaiman Spirit tanamkan lagi untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dalam menjalani bulan suci tersebut, adapun macam-macam ibadah sebagai berikut :

Ibadah Imaniyyah / Ruhiyyah  yakni ibadah untuk menata hati. Meskipun pelaksanaannya seolah-olah dilakukan dengan fisik yaitu menahan lapar dan dahaga serta spiritualitas. Setiap pekerjaan yang dilakukan hendaknya dibina dan didorong oleh iman hanya kepada Allah SWT. Dengan itu, barulah pekerjaan itu dikira sebagai ‘ubudiyah (ibadah) kepada Allah SWT. Menurut Mustafa Masyhur, ibadah yang sahih (betul) lahir daripada aqidah yang baik. Ibadah tidak terbatas pada shalat, puasa, zakat dan haji saja karena risalah dan tugas manusia dalam hidup ini ialah beribadah kepada Allah. Hidup seluruhnya ialah ibadah kepada Allah.

Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Aku.” (Al-Zariyat: 56)

Sebab itu setiap umat muslim harus bersungguh-sungguh merealisasikan pengertian ini dengan niat yang betul dalam setiap pekerjaan mereka.

Ibadah Jismiyyah bentuknya adalah mengutamakan fisik, contohnya menyingkirkan batu di jalan untuk menyelamatkan orang lain juga merupakan bentuk ibadah, jaga stamina dengan mengatur pola makan, istirahat dan olahraga ringan  Ada pula ibadah yang bentuknya diucapkan atau qauliyah seperti zikir. Ada pula yang merupakan kombinasi, seperti shalat.

Ibadah Maaliyah merupakan jenis ibadah yang tidak perlu diucapkan atau melakukan hal-hal yang fisik lainnya, tetapi dengan berkontribusi harta yang kita miliki, seseorang yang mampu langsung mengamalkan hartanya untuk perbuatan baik seperti  sedekah dan berbagi dengan sesama.

Dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan, mari kita niatkan dari sekarang untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa kita, dengan:

1. Niat khatam Alquran 30 juz dengan terjemahan, tafsir dan tadabburnya. Bagus-bagus kalau bisa  sampai 3 kali khatam.

2. Niat optimalkan puasa hingga naik derajat dari puasa awam ke puasa khusus, full tarawihnya serta qiyamullailnya.

3. Niat taubat nasuha atas segala salah dan dosa yang sudah kita perbuat.

4. Niat agar ramadhan ini menjadi start untuk berlomba-lomba dalam kebaikan maksimal hingga akhir hayat.

5. Niat memperbaiki akhlaq menjadi pribadi yang lebih baik hingga akhir hayat.

6. Niat dakwah dengan kemampuan yang kita miliki.

7. Niat sedekah terbaik kepada sesama yang membutuhkan.

Makin #KangenRamadhan

Makin #KangenSedekah

Dukung Program Pembibitan Penghafal Alquran:

1. BCA 603 030 8041

2. Mandiri 128 000 509 2975

3. Syariah Mandiri 074 006 5000

4. CIMB Niaga Syariah 520 01 00342 004

an. Yayasan Daarul Qur'an Nusantara. Konfirmasi sedekah klik s.id/daqu

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement