Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Forum Silaturahim Dai Muda: Halal Bihalal Jangan Politis

Rabu 26 Jun 2019 23:22 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Pengalihan Arus di  Sekitaran Gedung MK. Suasana jalan lengang sekitar gedung Mahkamah Konstitusi , Jakarta Pusat, Jum’at (14/6).

Pengalihan Arus di Sekitaran Gedung MK. Suasana jalan lengang sekitar gedung Mahkamah Konstitusi , Jakarta Pusat, Jum’at (14/6).

Foto: Fakhri Hermansyah
Forum Silaturahim Dai Muda ajak masyarakat jaga persatuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Forum Silaturahim Dai Muda Jakarta (FSDMJ) mengajak semua masyarakat agar bersama-sama menolak dan melawan pihak-pihak manapun yang melakukan upaya-upaya anarkis dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga

Pernyataan ini disampaikan menanggapi rencana aksi halal bihalal yang akan digelar jelang putusan Mahkmah Konstitusi (MK) sejumlah ormas Islam. FSDMJ pun dengan tegas menolak segala bentuk politisasi kegiatan halal bihalal  yang akan dilangsungkan di halaman MK tersebut.

"Kami Forum Silaturahim Dai Muda  Jakarta mengajak semua lapisan masyarkat untuk tidak menggubris atau mengikuti ajakan kegiatan aksi demonstrasi yang dibungkus dengan embel-embel acara halal bihalal,"ujar juru bicara Forum Silaturahim Dai Muda Jakarta, Rikal Dzikri dalam keterangan persnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/6). 

Tak hanya itu Rikal pun  meminta semua pihak tidak mengatasnamakan umat Islam termasuk membungkus agenda politik terselubung. "Kami pun meminta dan mengajak kepada semua pihak untuk mendorong dan menciptakan situasi damai dan memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa ini," terang Rikal.

Dia berharap semua pihak bisa  menerima apapun keputusan hasil sidang PHPU 2019 oleh MK yang sudah berlangsung secara profesional dan terbuka. 

Habib Salim Jindan meminta  kepada aparat untuk bertindak tegas terhadap pembuat onar pada acara halal bihalal tersebut. Bahkan jika perlu aparat melakukan tembak ditempat pelaku rusuh.

Dia menduga tujuannya hanya untuk memperkeruh suasana. Dan seandainya putusan MK tidak memuaskan, maka masyarakat yang hadir di lokasi akan dijadukan umpan untuk memancing pertikaian," kata Salim sembari mengingatkan insiden 22 Mei lalu yang sebelumnya dikemas dalam Aksi Super Damai namun nyatanya rusuh juga. “Untuk itu kami minta kepada Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal Pol Tito untuk memperketat keamanan,” katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA