Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

IAIN Palu Segera Bangun 2 Gedung Perkuliahan Tahan Gempa

Kamis 20 Jun 2019 14:09 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kondisi gedung Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Kondisi gedung Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Foto: Antara/Mohamad Hamzah
Pembangunan 2 gedung itu menyusul gempa Sulteng 2018 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU— Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, segera membangun dua gedung perkuliahan tahan gempa berlantai tiga, dengan kapasitas 24 kelas belajar, di Desa Pombewe Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi, pada Juni 2019 ini.

Baca Juga

"Pembangunan fisik di mulai sejak kontrak di tandatangan, artinya Juni ini akan segera di mulai," kata Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan IAIN Palu, Ahdar, di kampus tersebut, Kamis (20/6).

Hari ini, Kamis 20/6 pihak IAIN Palu melakukan penandatangan kontrak pekerjaan pembangunan dua gedung kuliah tersebut, masing-masing pendatanganan kontrak konsultan pengawas oleh CV Usfa Wuldia dan pemenang tender atau kontraktor pelaksana PT Total Tanjung Indah. 

Nilai kontrak pembangunan dua gedung kuliah tahan gempa tersebut yakni, Rp 22, 807 miliar. Pembangunan dua gedung kuliah dengan nilai anggaran Rp 22 807 miliar itu bersumber dari non-APBN murni atau dari surat berharga syariat negara (SBSN)  2019 melalui Kementerian Agama RI. 

Dua gedung kuliah tersebut, di peruntukkan kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan Fakultas Syariah Ekonomi Islam.

Ahdar menyebut pembangunan berlangsung mulai Juni dan berakhir pada 31 Desember 2019, atau kurang lebih sekitar 195 hari kalender. Ia berharap agar pembangunan dapat berlangsung dan berjalan sesuai dengan kontrak yang telah di tandatangan.

"Kami berharap ini sesuai kontrak, mengingat kebutuhan IAIN Palu terhadap ruang kelas belajar menjadi hal yang sangat urgen dan substansi. Karena, saat bencana dan dalam situasi darurat, gedung-gedung banyak yang rusak terdampak tsunami 28 September 2018," kata Ahdar.

Terkait hal itu pejabat mewakili Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Palu  Kamaruddin menegaskan kepada pihak pengawas pekerjaan dan kontraktor pelaksana agar mengacu pada ketentuan undang-undang yang berlaku dalam pembangunan dua gedung tersebut.

"Ini tidak bisah di tawar, pembangunan dua gedung kuliah di Sigi, harus berjalan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku," kata Kamaruddin.

Kamaruddin menyebut bahwa kontrak atas pekerjaan itu telah di sepakati pengawas dan kontraktor pelaksana, dengan demikian segala ketentuan yang tertera dalam kontrak di setujui dan siap di laksanakan oleh dua pihak tersebut.

Menurut Kamaruddin, pembangunan dua gedung kuliah itu, juga menjadi penguat komitmen IAIN Palu dalam rangka ikut serta dalam pengembangan Kabupaten Sigi, khususnya pada aspek pembangunan manusia.

"Majunya daerah tidak terlepas dari peran semua pihak termasuk perguruan tinggi. IAIN Palu lewat kampus yang ada di Sigi, akan memberikan kontribusi besar dalam pembangunan manusia untuk kemajuan Sigi masa akan datang," sebutnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan IAIN Palu Kamaruddin, bersama beberapa jabat di lingkungan IAIN Palu menyaksikan penandatanganan dan penyerahan dokumen kontrak pembangunan dua gedung kuliah di Sigi, oleh Kontraktor pelaksana PT Total Tanjung Indah dan PPTK IAIN Palu Ichsan Firmansyah, berlangsung di IAIN Palu, Kamis.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA