Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Penutupan Safari Pergerakan dan Bedah Buku Risalah Aswaja

Sabtu 18 May 2019 15:05 WIB

Red: Gita Amanda

Nahdatul Ulama

Nahdatul Ulama

Tujuan dari safari ini adalah untuk menguatkan Aswaja sebagai fondasi keagamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jombang mengadakan malam puncak safari pergerakan dan bedah buku Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah di gedung aula lama PC NU Jombang, Jumat (17/5) lalu. Pembedah dalam acara ini adalah Ustaz Yusuf Suharto dari Aswaja NU Center dan M A Anwar Maduki Azzam, alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang yang sedang menempuh S3 di Universitas Groningen Belanda.

Kegiatan safari pergerakan PMII Jombang berlangsung pada 10-17 Mei 2019 secara estafet di seluruh komisariat di Jombang. Acara ini diawali dengan menyanyikan langu Indonesia Raya dan Mars PMII serta dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Jombang, M Irkham Tamrin mengungkapkan tujuan dari safari ini adalah untuk menguatkan Aswaja sebagai fondasi keagamaan dan memperkenalkan pengurus cabang yang masih baru.

Ustaz Yusuf Soharto mengawali dengan memaparkan konstruksi sosial keagamaan saat buku Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah ditulis. Sejak tahun 1330 Hijriah mulai muncul golongan yang aneh-aneh, yang tidak wajar.

"Karena umat Islam Nusantara bersatu madzhab fiqihnya Syafi’i, madzhab tasawufnya Imam Ghozali, Imam Abu Hasan Asy Syatibi, kemudian akidahnya Imam Abu Hasan Al Asy’ari. Tapi kok ada gerakan-gerakan yang seolah-olah menegasikan otoritas keulamaan madzhab-madzhab tersebut,” katanya seperti dalam siaran pers.

KH Hasyim Asy’ari, menurutnya, mengajak agar kaum Muslimin menganut tiga pedoman yaitu Alquran, Sunnah, dan para ulama salaf. “Kemudian beliau menganjurkan agar umat Islam jangan lepas dari madzhab. Dan kemudian dipedomani oleh NU. Ternyata NU ini fleksibel banget, tidak hanya madzhab Syafi’i saja. Tetapi NU mengikuti salah satu dari empat madzhab walaupun secara tanda kutip lebih banyak madzhab Syaffi’i,” ujar Alumni Deanyar ini.

Sedangkan, M A Anwar Masduki Azzam, pembedah kedua, menerangkan tiga hal yang perlu digaris bawahi dalam buku ini, yakni teologi, ilmu dan dakwah, dan eskatologis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA