Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Pahami Adab Meminjam Barang

Kamis 16 May 2019 13:31 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Pinjam Uang

Ilustrasi Pinjam Uang

Foto: Mgrol101
Peminjam wajib mengembalikan barang yang dipinjamnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anas menceritakan sebuah peristiwa. Suatu saat di Madinah warga merasakan suasana ketakutan akan kedatangan musuh. Rasul bergegas untuk melihat keadaan atas kemungkinan datangnya musuh. Kepada Abu Thalhah ia meminjam kuda bernama al-Mandub dan memacunya untuk mengawasi keadaan.

Setelah kembali, beliau mengabarkan tak ada sesuatu yang mencurigakan. "Yang kami temukan hanyalah kuda yang berlari kencang," jelasnya.  Ulama terkenal Sayyid Sabiq mengatakan, meminjamkan kuda seperti yang dilakukan oleh Thalhah yang disebut dengan istilah ariyah merupakan sebuah bentuk kebajikan.

Kebajikan seperti itu,  tentunya tolong-menolong dalam kebaikan dianjurkan dalam Islam. Muslim memperoleh perintah dari Allah SWT melalui kitab suci untuk tolong-menolong dalam mengerjakan kebaikan dan tidak saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Menurut pakar fikih, ariyah ialah bentuk peminjaman barang dengan izin pemilik kepada orang lain untuk mengambil manfaat barang itu tanpa imbalan. Akad peminjaman, ujar Sabiq, berlaku dengan perkataan dan perbuatan yang menunjukkan makna meminjam.

Sabiq dalam bukunya Fiqih Sunnah mengatakan, ada beberapa syarat berlangsungnya ariyah. Orang yang meminjamkan benar-benar pemilik yang berhak memberikan pinjaman kepada orang lain. Barang yang dipinjamkan, dapat diambil manfaatnya tanpa mengalami perubahan.


sumber : Dialog Jumat Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA