Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

MUI Minta Indonesia Manfaatkan Posisi Ketua DK PBB

Selasa 07 May 2019 15:16 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa

Seorang remaja Palestina di rumahnya yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza City, Palestina, Senin (6/5).

Seorang remaja Palestina di rumahnya yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza City, Palestina, Senin (6/5).

Foto: AP Photo/Khalil Hamra
Indonesia dapat memanfaatkan posisi ketua DK PBB untuk perdamaian Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanpa mengindahkan bulan suci puasa, Israel melancarkan serangan atas warga Palestina di Jalur Gaza sejak beberapa hari lalu. Terkait itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras kebiadaban militer Israel yang lagi-lagi menyasar penduduk sipil Palestina.

Baca Juga

Dalam konteks ini, MUI meminta pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk menggalang kekuatan diplomasi di level internasional demi menolong bangsa Palestina. Apalagi, kini RI didaulat sebagai ketua Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut ketua bidang hubungan luar negeri MUI, KH Muhyiddin Junaidi, pemerintah dapat menggunakan kedudukannya itu.

"MUI mendesak pemerintah Indonesia yang saat ini sebagai ketua DK PBB agar menggunakan kesempatan emas tersebut untuk menciptakan kedamaian di Palestina," ujar Kiai Muhyiddin Junaidi kepada Republika.co.id, Selasa (7/5).

Selain itu, dia juga mengimbau seluruh elemen bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, agar ikut meringankan beban bangsa Palestina. Masyarakat di Tanah Air dapat misalnya memberikan sumbangan materi atau setidaknya berdoa untuk terwujudnya perdamaian kawasan yang berpusat di tanah suci ketiga itu--Masjid al-Aqsha.

"Dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, semua pihak diminta agar melakukan koordinasi dengan pemerintah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sebelumnya, militer Israel menyerang Jalur Gaza pada hari pertama Ramadhan.

Di wilayah yang telah diblokade entitas zionis itu, rumah-rumah runtuh. Banyak korban jiwa yang gugur akibat gempuran peluru kendali Israel.

Militer Israel mengklaim bahwa tank dan pesawat tempurnya telah melumpuhkan sekitar 350 pejuang Hamas dan Jihad Islam di Gaza. Aksi militer ini disebutnya juga telah menghancurkan terowongan lintas perbatasan, kamp pelatihan militan, serta tempat-tempat yang digunakan untuk menyimpan senjata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA