Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Perempuan Lebih Tekun Berwirausaha

Selasa 26 Mar 2019 19:19 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Hariyadi Sukamdani

Hariyadi Sukamdani

Foto: antara
Pengembangan keterampilan perempuan berwirausaha terus dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengembangan wirausaha di kalangan perempuan dikatakan sudah lebih maju. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, perempuan lebih tekun dalam menjalankan usaha dibandingkan dengan kaum pria. 

Baca Juga

"Dari segi yang memberikan pembiayaan, misalnya, mereka lebih senang memberikannya kepada kaum perempuan karena dianggap lebih bisa dipercaya," kata Hariyadi saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (26/3).

Namun, perempuan memiliki hambatan karena mereka harus membagi waktu untuk urusan rumah tangga. Namun, menurut dia, kaum perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lebih diunggulkan.

Di Bangladesh, misalnya, program dari Grameen Bank memberikan 100 persen dana permodalan bagi kaum perempuan. Grameen Bank sendiri adalah sebuah organisasi kredit mikro di Bangladesh yang memberikan pinjaman kecil kepada orang-orang yang kurang mampu dan diprioritaskan bagi kelompok perempuan produktif yang masih ada dalam status sosial miskin. 

Dari segi permodalan, ia menilai saat ini akses untuk mendapatkan modal jauh lebih baik. Menurut dia, pemerintah sudah menyediakan permodalan yang cukup bagi para pelaku UMKM. Permodalan yang dimaksud seperti halnya pembiayaan ultra mikro (UMi) yang memberikan pinjaman di bawah Rp 10 juta, kredit usaha rakyat (KUR) yang rata-rata sekitar Rp 50 juta, dan berbagai kredit UMKM dari bank-bank.

Pembiayaan UMi disalurkan melalui lembaga keuangan bukan bank (LKBB), yakni PT Pegadaian, PT Bahana Artha Ventura, dan PT Permodalan Nasional Madani (PMN). Sedangkan, KUR disalurkan melalui perbankan. 

"Dari segi permodalan, sekarang jauh lebih baik. Kalau memang belum menjangkau semua, mungkin iya," ujarnya lagi. 

Dari segi sarana, Hariyadi mengatakan, pelaku usaha di level mikro sebaiknya membentuk kelompok usaha seperti koperasi. Karena dengan memiliki badan hukum, mereka akan lebih mudah dalam mengurus dan mencari permodalan. 

Pada dasarnya, setiap pelaku usaha memiliki produk dengan keunggulan masing-masing. Hariyadi menyarankan sebuah inovasi agar para pelaku wirausaha perempuan meningkatkan usaha mereka dengan memasuki usaha bisnis digital. 

"Pelaku usaha perempuan sebaiknya terhubung ke e-commerce untuk memperluas pasar mereka. Misalnya mereka masuk di Bukalapak atau Tokopedia sehingga jaringan pemasarannya bisa lebih luas," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA