Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019

Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019

Ini Kesaksian Abdul Qarim Soal Keislaman Jokowi

Ahad 10 Mar 2019 17:13 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Andi Nur Aminah

Guru ngaji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), KH Abdul Qarim, saat memberikan pandangannya dalam diskusi bertema ‘Islam Kaffah ala Jokowi’ di Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (10/3).

Guru ngaji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), KH Abdul Qarim, saat memberikan pandangannya dalam diskusi bertema ‘Islam Kaffah ala Jokowi’ di Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (10/3).

Foto: Rahma Sulistya/Republika
KH Abdul Qarim adalah guru mengaji yang membina Jokowi sejak calon wali kota Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosok KH Abdul Qarim yang juga merupakan guru mengaji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), memberikan kesaksiannya terhadap sisi ke-Islam-an Jokowi yang tidak perlu diragukan lagi. Isu fitnah dan berita bohong terhadap Jokowi, semua ditepis olehnya yang memang sudah membina Jokowi, sejak Jokowi masih menjadi calon Wali Kota Solo terdahulu.

“Perlu saya sampaikan, saya sudah dengan beliau (Jokowi) sejak sekitar 2000-an. Beliau sering ikut pengajian-pengajian, juga pengajian-pengajian pengusaha Muslim. Saya sering dimintai ceramah. Beliau hadir dan aktif,” ujar pria yang akrab disapa Gus Qarim itu dalam sebuah diskusi bertema ‘Islam Kaffah ala Jokowi’ di Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (10/3).

Baca Juga

Presiden RI ke-7 itu, menurut dia adalah sosok yang aktif di setiap pengajian. Dan dalam setiap pengajian yang diikutinya, ia pasti selalu melontarkan pertanyaan kepada para ustaz. Salah satu pertanyaan Jokowi yang paling diingat oleh Gus Qarim, ‘Bagaimana seseorang ingin naik haji tetapi hanya memiliki uang jutaan rupiah saja?’.

Aktifnya Jokowi dalam setiap pengajian ini, menjadi salah satu alasan kuat bahwa Jokowi adalah sosok yang memihak pada ulama dan menjunjung tinggi Alquran dan hadits. Apalagi pada saat Pilkada Wali Kota Solo dimana salah satu kandidatnya calonnya adalah Jokowi, tidak pernah ada isu-isu mengenai Jokowi PKI, Jokowi kejawen, dan sebagainya.

“Waktu musim Pilkada Solo, ada empat pasang calon. Yang membuat istimewa, keempatnya merupakan ahli pengajian dan saya membina semuanya,” papar Gus Karim.

Namun pada saat hari pencoblosan, tentu masyarakat hanya dibolehkan mencoblos salah satu pasangan calon. Dan saat itu ia memilih mencoblos Jokowi. Selain karena ia merupakan orang yang membina Jokowi, Gus Karim juga mengenal sosok Jokowi sebagai orang yang sangat sederhana.

Setelah dilantik menjadi Wali Kota Solo, sejumlah kebijakan yang memihak umat Islam seringkali digagas oleh Jokowi, misalnya sebelum Karnaval Batik dimulai waktu itu diadakan dahulu shalawat keliling. Dan terobosan paling besarnya, salah satu lokalisasi ternama di Solo bernama Silit, pada saat itu dibongkar oleh Jokowi dan dijadikan Islamic Center yang masih berjalan hingga sekarang.

“Selain itu, beliau juga menjadikan rumah dinas beliau untuk tarwih anak-anak. Lalu waktu itu ada tarwih keliling (tarling) ke masjid-masjid dan shalat sebanyak 23 rakaat, lalu dalam sebulan bacaan shalatnya khatam Alquran. Dan Pak Jokowi selalu ikut tarling ini,” papar Gus Qarim.

Masih banyak hal lagi yang telah dilakukan Jokowi semasa ia menjabat sebagai Wali Kota Solo, yang dikatakan Gus Qarim, hampir semua yang dilakukan Jokowi adalah hal-hal yang memihak pada umat Islam. Ia meminta seluruh pihak agar berhenti menyebarkan isu-isu fitnah atau berita bohong, tentang ke-Islam-an seorang Jokowi. “Jadi Islam beliau tidak perlu diragukan lagi. Kaffahnya itu disempurnakan dengan akhlakul karim yang ia miliki,” kata Gus Qarim.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA