Ahad 10 Feb 2019 17:15 WIB

Fenita Arie Temukan Kedamaian Usai Berhijrah

Ia mengaku terus mendalami ajaran Islam.

Rep: Flori Anastasia/ Red: Agung Sasongko
 Model, Fenita Arie melakukan sesi foto bersama Repubika  dalam acara Hijrah Fest 2018 di JCC, Jakarta, Jumat (9/11).
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Model, Fenita Arie melakukan sesi foto bersama Repubika dalam acara Hijrah Fest 2018 di JCC, Jakarta, Jumat (9/11).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Presenter Fenita Arie terus mendalami ajaran agama yang dianutnya. “Aku merasa malah semakin yakin dan juga mendapatkan kedamaian,” kata dia, saat dihubungi republika.co.id, Ahad (10/2).

Ia menuturkan, meski sejak lahir telah menganut agama Islam, tapi ia mengaku tidak mengulik lebih dalam mengenai ajaran agama yang dianutnya. "Bisa dibilang Islam 'KTP' lah gitu," ujarnya saat dihubungi Republika, Ahad (10/2).

"Ya mungkin selama ini hidup, biasalah namanya cari duit, kerja, pulang. Rutinitas-rutinitas itu kan terus berjalan seperti itu aja, nanti juga bingung, sebenarnya aku hidup di dunia itu ngapain aja? Sebelumnya dan nanti setelah kehidupan ini tuh apa? Selama itu kan enggak cuma ngejalanin aja," tutur ibu tiga anak ini. 

Ia menyebut, pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat dirinya menyadari kehidupan yang hampa. Hingga akhirnya, ketika ia memutuskan mempelajari agama lebih dalam, ia merasa menemukan sesuatu. "Oh, ternyata Islam itu ya kedamaian atau kenikmatannya tidak bisa dibayar sekadar materi," imbuh istri Arie Untung ini.

Di sisi lain, Fenita pun menambahkan, tren peningkatan mualaf yang terjadi dalam dua tahun terakhir ini karena melihat sosok figur publik Muslim yang hijrah merupakan sesuatu yang baik. Terlebih karena teknologi, seperti media sosial saat ini pun turut mendukung penyebaran kajian-kajian Islam secara positif. 

Menurutnya, ketika artis atau figur publik yang hijrah disebut sebagai panutan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Dibilang sebagai panutan, ya Bismillah dan InsyaAllah ya. Misalnya, si artis memperlihatkan kehidupan yang lebih baik, menunjukan kehidupan beragama yang lebih baik. Otomatis akan dapat apresiasi juga daripada si public figure-nya terkenal karena yang negatif, malah jadi nggak enak," ucap Fenita. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement