Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Industri Halal Bisa Sumbang 3,8 Miliar Dolar AS Per Tahun

Sabtu 22 Dec 2018 05:56 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Esthi Maharani

Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar memberikan sambutan pada acara Indonesia International Halal Lifestyle Conferance and Buisness Forum 2018 di Jakarta Convetion Center, Rabu (3/10).

Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar memberikan sambutan pada acara Indonesia International Halal Lifestyle Conferance and Buisness Forum 2018 di Jakarta Convetion Center, Rabu (3/10).

Foto: Republika/Prayogi
Ekonomi halal Indonesia dapat mendorong pertumbuhan GDP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Halal Lifestyle Center (Inhalec) bekerja sama dengan Dinar Standart meluncurkan peta jalan industri halal Indonesia, Jumat (21/12) di Grand Sahid Hotel, Jakarta. Laporan menyebut industri halal Indonesia bisa menyumbang 3,8 miliar dolar AS per tahunnya. Ini setara dengan 0,4 persen PDB Indonesia dan berpotensi menurunkan nilai impor.

Ketua Indonesia Lifestyle Center, Sapta Nirwandar mengatakan dengan potensi yang kini sudah terukur itu, dapat dipastikan ekonomi halal Indonesia dapat mendorong pertumbuhan GDP.

Managing Director atau CEO DinarStandard (Dubai & USA), Rafi-uddin Shikoh menyampaikan laporan tersebut memastikan posisi Indonesia sebagai mesin ekonomi halal dunia. Indonesia memiliki segala potensi, mulai dari sektor bahan baku, produksi, hingga pasar.

Indonesia menempati posisi tertinggi di dunia dalam konsumsi instrumen halal dari populasi Muslim terbesar dengan jumlah 219 juta jiwa pada tahun 2017. Belanja domestik pada produk dan jasa ekonomi halal Indonesia mencapai 218,8 milyar dolar AS pada tahun 2017.

Angka ini diproyeksikan akan terus bertumbuh dengan 5,3 persen Rasio Pertumbuhan Rata-Rata Gabungan. Angkanya bisa mencapai 330,5 milyar dolar AS pada tahun 2025.

Padahal secara umum, Indonesia hanya menempati posisi 3,3 persen dalam kegiatan ekspor yang mencapai 249 miliar dolar AS pada 2017. Tertulis dalam laporan, Indonesia menjadi pengekspor produk ekonomi halal terbesar diantara negara-negara Muslim dengan nilai 7,6 miliar dolar AS.

Namun untuk skala global Indonesia berada di posisi 10. Lima negara terbaik pengekspor produk halal ditempati oleh negara-negara non-Muslim. Seperti Brazil, Amerika Sekitar, juga Australia.

Laporan peta jalan yang dibuat sejak Mei tersebut dapat digunakan sebagai panduan bagi semua pihak, mulai dari regulator hingga pelaku industri. Tujuannya mendorong kegiatan ekspor Indonesia, FDI (Foreign Direct Investment/Investasi Asing Secara Langsung) dan pembukaan lapangan kerja.

"Secara keseluruhan, Indonesia dapat mendorong ekonominya lebih jauh lagi sebesar 3,8 miliar dolar AS dalam Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun, berpotensi menarik 1 milyar dolar AS investasi asing secara langsung, dan dapat membuka 127 ribu lapangan kerja baru per tahun," kata Rafi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA