Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Ingin Geser NTB, DKI Jakarta Target Destinasi Halal Dunia

Jumat 30 Nov 2018 18:13 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Petugas house keeping membersihkan salah satu kamar di Hotel Syariah Sofyan Inn Tebet, Jakarta, Selasa (11/7).

Petugas house keeping membersihkan salah satu kamar di Hotel Syariah Sofyan Inn Tebet, Jakarta, Selasa (11/7).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Sebanyak 163 hotel di Jakarta telah bersertifikat halal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah DKI Jakarta mentargetkan 2021 meraih predikat World Class Halal Destination. Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian dan kesiapan dalam mendukung pariwisata halal khususnya di Jakarta.

"Jakarta siap mendukung dan menghadapi halal tourism. Ini karena kita merasa perlu dalam memberikan perlindungan dan jaminan kehalalan produk," ujar Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Hari Wibowo, dalam acara Jakarta Halal Things 2018 di Senayan City, Jakarta, Jumat (30/11).

Target 2021 Jakarta meraih World Class Halal Destination menjadi fokus Pemprov saat ini. Pemerintah ingin menyusul predikat yang sudah diperoleh Lombok pada 2015 lalu.

DKI telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) 18 tahun 2018 yang membahas penyelenggaraan usaha pariwisata. Ini dengan menghindari kemusyrikan, khurafat, serta mengurangi maksiat seperti zina dan peredaran minuman keras.

Jumlah usaha hotel di Jakarta berdasar data yang dimiliki Disbudpar 2018 ada 629 dan yang bersertifikasi halal ada 163. Sementara untuk restoran di DKI Jakarta jumlahnya ada 6.142, makanan dan minuman yang memiliki sertifikat ada lebih dari 17 ribu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa yakin dengan potensi wisata halal di Jakarta ini mengingat jumlah wisatawan mancanegara 2017 2,6 juta dan wisatawan domestiknya 35 juta.

"Permasalahan yang muncul di Jakarta, masyarakatnya kurang paham memahami konsep wisata halal. Masih banyak yang naif dan beranggapan wisata halal bukan pangsa pasar yang besar jadi usaha untuk meningkatkan wisata halal tidak maksimal," lanjut Heri. 

Koordinasi antara pemerintah dan LPPOM MUI serta lembaga lain yang mendukung wisata halal ini, disadari Heri masih kurang. Namun pemerintah berusaha terus mendorong itu, salah satunya pada 2019 akan ada banyak kegiatan wisata halal yang di Jakarta.

Usaha lain untuk mendukung target World Class Halal Destination adalah dengan membentuk suatu wilayah sebagai lokasi wisata halal. Salah satu lokasi yang dituju adalah Perkampungan Situ Babakan, namun masih terbentuk beberapa pihak dan sedang coba dijembatani.

"Mal di Jakarta juga sudah berusaha membangun wisata halal dengan masjidnya. Beberapa lokasi lain di Jakarta sedang diusahakan untuk didekati, untuk membangun wisata kawasan halal," lanjut Heri.  

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA