Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

KH Ahmad Bagja Ajak Generasi Muda dan Perempuan ke Masjid

Rabu 19 Sep 2018 09:54 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Ani Nursalikah

Kegiatan di masjid.

Kegiatan di masjid.

Foto: istimewa
Masjd merupakan sarana umat untuk mengatasi ragam permasalahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) segera menerbitkan buku Masjid 4.0: Generasi Muda Muslim Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid. Penerbitan buku ini merupakan konsep masjid mengacu pada zaman Rasulullah di mana masjid menjadi sarana umat untuk mengatasi ragam permasalahan yang ada, baik dalam aspek keagamaan, sosial, pendidikan, maupun ekonomi.

Rencana penerbitan buku tentang masjid di mata generasi muda disambut baik oleh tokoh senior Nahdhatul Ulama, KH Ahmad Bagja. Menurutnya, selama ini generasi muda dan perempuan adalah dua kelompok jamaah masjid yang saat ini belum diperhatikan dengan baik.

“Karena itu setiap usaha untuk mengajak lebih banyak generasi muda aktif di masjid perlu didukung. Selama ini masyarakat sekitar masjid belum dilibatkan dalam pengelolaan masjid, misalnya dalam penentuan tema ceramah dan pengajian. Ke depan, pengurus masjid harus lebih mau mendengar,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (19/9).

Namun demikian, Kiai Bagja berpesan agar aspirasi generasi muda untuk melakukan perubahan dalam pengelolaan masjid, tetap memperhatikan tradisi baik yang sudah ada. “Tantangannya perubahan itu, harus tetap mau memperhatikan tradisi. Karena kontinuitas itu penting. Kontinuitas dijamin oleh aktivitas, dan aktivitas harus memiliki prioritas,” lanjutnya.

Dalam menerapkan perubahan, menurutnya, harus digunakan kaidah almuhafadzatu ‘ala qadimis shalih, wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni, mempertahankan yang baik dari tradisi, dan menerima hal baru yang lebih baik. Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda DMI, M Arief Rosyid Hasan menambahkan buku ini adalah inisiatif generasi muda dalam menerjemahkan visi DMI memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid.

Istilah Masjid 4.0, kata Arief, tetap mengacu pada pengelolaan masjid di masa Rasulullah, namun diberikan pengayaan teknologi yang bersifat mendukung fungsi masjid. “Masjid 4.0 adalah tawaran untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan perubahan sosial, dalam rangka mewujudkan misi utamanya untuk memakmurkan masjid dan jamaah masjid,” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA