Kamis 13 Sep 2018 18:01 WIB

360 Makalah Dipresentasikan di AICIS 2018

Ada 23 negara yang berpartisipasi sebagai presenter atau pemakalah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah
Konferensi Internasional Studi Islam atau Annual International Conference on Islamic  Studies (AICIS) 2017 lalu. Tahun ini acara serupa digelar di Palu, Sulawesi Tengah
Foto: Dok. Istimewa
Konferensi Internasional Studi Islam atau Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2017 lalu. Tahun ini acara serupa digelar di Palu, Sulawesi Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama akan kembali menggelar Konferensi Internasional Studi Islam atau Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-18 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah pada 17-20 September mendatang. Dalam kegiatan ini, setidaknya ada 360 makalah yang akan dipresentasikan.

Rektor IAIN Palu, Prof Saggaf S Pettalongi mengatakan, AICIS 2018 akan dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada tanggal 18 September 2018 di salah satu hotel di Palu. "Paper yang akan dipresentasikan dalam AICIS kali ini kurang lebih ada 360 makalah dari 1.500 yang masuk. Itu setelah melalui seleksi yang ketat dari panitia dan steering comittee. 360 makalah itu yang terbaik untuk dipresentasikan," ujar Saggaf saat konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

Diperkirakan peserta yang akan hadir dalam kegiatan AICIS kali kurang lebih 2.000 sarjana Muslim, pakar, akedmisi, baik dari PTKIN maupun dari PTKIS seluruh Indonesia, serta peserta dari perguruan tinggi luar negeri. "Ada 23 negara yang berpartisipasi sebagai presenter atau pemakalah," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama (PTKI) Prof Arskal Salim menjelaskan bahwa AICIS merupakan forum untuk mempromosikan kepada dunia tentang Islam di Indonesia. Karena itu, dalam forum ini nantinya juga akan menghasilkan rekomendasi atau deklarasi.

"Harapan kita ini mengalir saja, untuk melihat apa saja tanda atau gejala apa isu yang akan diangkat sebagai rekomendasi dan deklarasi di akhir nanti," katanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement