Senin 10 Sep 2018 18:13 WIB

Olahraga Bagian dari Ajaran Islam

Rasulullah dalam sabdanya mengajarkan umat agar pandai berenang dan memanah.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Ekspresi pesilat Indonesia Pipiet Kamelia usai mengalahkan pesilat Vietnam Thi Cam Nhi Nguyen dalam babak final Kelas D Putri Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8).
Foto: INASGOC/Melvinas Priananda
Ekspresi pesilat Indonesia Pipiet Kamelia usai mengalahkan pesilat Vietnam Thi Cam Nhi Nguyen dalam babak final Kelas D Putri Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Muhammadiyah Abdul Mukti menyebut prestasi atlet-atlet Asian Games utamanya yang berasal dari Tapak Suci Pemuda Muhammadiyah seperti oase. Ditengah kesulitan dan bencana yang sedang melanda Indonesia, prestasi ini bisa mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

Khusus bagi cabang olahraga pencak silat, Mukti berharap tidak lagi diragukan dan dianggap abu-abu. Ia ingin agar prestasi ini bisa terus ditingkatkan dan bisa menginspirasi anak muda di Indonesia.

Baca: Sinergi Agama dan Olahraga Majukan Bangsa

"Pentingnya olahraga ini bisa membuat kita semua bersatu. Olahraga juga bagian dari ajaran agama. Rasulullah dalam sabdanya mengajarkan untuk mengajari anak cucu kita untuk berenang dan memanah," ucapnya.

Mukti menilai anjuran nabi saat itu berhubungan dengan kemampuan dan kecakapan hidup. Namun di zaman modern saat ini, olahraga memang dibutuhkan untuk menjaga kondisi badan agar tetap sehat.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 247 disitu dikisahkan mengenai perdebatan Bani Israil atas pengangkatan Thalut sebagai nabi. Kaum Bani Israil menganggap sosok Thalut tidak kaya sehingga tidak cocok menjadi pemimpin. Namun Allah menjawab meski tidak kaya, Thalut mempunyai kekuatan ilmu dan fisik.

Baca: Bekal Iman dan Akhlak Bentuk Karakter Atlet

Hal ini menegaskan untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan fisik yang kuat dan ilmu. Sejalan dengan ajaran Rasul, maka umat Islam diharap menjadi umat yang memiliki kekuatan fisik dengan olahraga serta berpendidikan. Jangan sampai meninggalkan keturunan dalam kondisi yang lemah.

"Prinsip yang diajarkan di Tapak Suci ini sudah bagus. Menjadi kuat karena iman dan akhlak, tanpa iman dan akhlak maka menjadi lemah. Ini prinsip penting dimana kekuatan awal bangsa adalah bangsa yang sehat dan kuat," lanjutnya.

Untuk mencapai hal tersebut sudah tentu diperlukan sebuah perjuangan dan perjalanan panjang, tidak ada yang instan. Sesuai dengan pepatah yang mengatakan Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh maka ia yang akan berhasil.

Baca: Ikhlas Melayani

Muhammadiyah pun disebut memiliki perhatian yang kuat untuk mewujudkan bangsa yang kuat, sehat, serta maju. Olahraga dianggap sebagai salah satu cara untuk berdakwah.

Terakhir, Mukti menilai bagi bangsa Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, Asian Games kemarin juga membuktikan bahwa kita telah berpikiran maju. Hal ini dibuktikan dari banyaknya atlet perempuan Islam yang tidak segan menggunakan jilbabnya meski cabang olehraga yang digeluti termasuk keras, salah satunya taekwondo dan pencak silat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement