Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Kemenag Kaget DDII Ikut Idul Adha Arab Saudi

Senin 20 Agu 2018 11:00 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

 Muhammadiyah Amin

Muhammadiyah Amin

Foto: Kemenag
Pada rapat Falakiyah Kemenag 9 Agustus utusan DDII telah menyetujui hasil rapat tim.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Muhammadiyah Amin, mengaku kaget saat mendengar maklumat yang dikeluarkan ormas Islam Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) beberapa waktu. Pasalnya, dalam maklumat tersebut DDII memilih untuk mengikuti Idul Adha Arab Saudi yang jatuh pada Selasa  (21/8). 

"Maklumat DDII itu cukup mengagetkan kami. Mengingat, pada rapat Tim Falakiyah Kementerian Agama tanggal 9 Agustus adalah Bapak Syamsul Bahri, utusan dari DDII telah menyetujui hasil rapat tim," ujar Amin saat dikonfirmasi Republika.co.id, Ahad (19/8).

Demikian pula, lanjut dia, pada Sidang Isbat tanggal 11 Agustus lalu, utusan DDII dengan orang yang sama juga telah menyetujui hasil Sidang Isbat tentang penetapan 1 Dzulhijjah 1439 H, yakni jatuh pada tanggal 13 Agustus 2018 Mesehi. 

Namun, tiba-tiba DDII mengeluarkan maklumat pada 14 Agustus lalu yang menyatakan bahwa akan mengikuti ketetapan pemetintah Arab Saudi. "Setelah kami konfirmasi kepada bapak Syamsul Bahri tentang keluarnya maklumat DDII,  beliau menjawab tidak mengetahui. Hal itu merupakan sikap para senior DDII," ucap Amin.

Padahal, lanjut Amin, Syamsul Bahri sudah memberi masukan kepada organisasi DDII tentang hasil rapat Tim Falakiyah Kemenag, yang telah disetujui bersama seluruh ormas Islam. Termasuk telah menyetujui hasil sidang itsbat. "Menurut kami, mestinya DDII tetap bersama Pemerintah, dan mematuhi Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004," jelasnya. 

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) memutuskan hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah jatuh pada Selasa (21/8) mendatang sesuai dengan keputusan Arab Saudi. DDII juga memutuskan bahwa hari Arafah jatuh pada hari Senin (20/8) besok. 

Keputusan tersebut diambil berdasarkan bahwa Idul Adha sebagai syiar internasional umat Islam yang tidak bisa dipisahkan dari hari raya haji. "Kami dari Dewan Dakwah sejak dulu memang mengambil ijtihad untuk permulaan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri kita ikut pemerintah. Adapun mengenai haji, karena ini ada hubungan dengan puasa Arafah maka kita mengambil Ijtihad mengikuti jatuhnya Hari Arafah di Arab Saudi," ujar Ketua Umum DDII, Mohammad Siddik saat dihubungi Republika.co.i/, Ahad (19/8).

Siddik mengatakan bahwa ijtihad DDII tersebut juga pernah diusulkan dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Bahkan, kata dia, banyak negara lain yang mengusulkan agar puasa Arafahnya mengikuti Arab Saudi. 

"Arafah kita kan besok (Senin), Idul Adhanya besoknya. Al Azhar juga demikian di Kebayoran Lama. Banyak yang lainnya yang seperti itu," kata Siddik. 

Dalam pelaksanaan shalat Hari Raya Idul Adha Selasa (21/8) mendatang, DDII akan memusatkan di Masjid Al-Furqan, Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Komplek Pusdiklat Tambun, Setia Mekar Bekasi, dan PMCC (Pusat Muslimah Center Cipayung), Jakarta Timur. Keputusan DDII ini berbeda dengan hasil sidang itsbat Kementerian Agama RI yang mengumumkan bahwa Idul Adha jatuh pada Rabu (22/8). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA