Kamis 22 Feb 2018 15:20 WIB

Tutup MHQH 10, Menag: Muliakan Penghafal Alquran

Perlu langkah konkrit dalam penguatan pendidikan dan dakwah.

Menag foto bersama para pemenang Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadits ke 10
Foto: dok. Kemenag.go.id
Menag foto bersama para pemenang Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadits ke 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menutup gelaran Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadis (MHQH) tingkat nasional yang ke-10. Seremonial penutupan digelar di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kemenag, Jakarta.

Tampak hadir, sejumlah Duta Besar dari beberapa negara timur tengah, antara lain: Arab Saudi, Dubes Bahrein, Irak, dan Lebanon. Ikut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, serta pejabat Eselon II Kemenag.

Lukman mengajak, masyarakat untuk memuliakan para penghafal Alquran. Menurutnya, selain menggelar event kompetisi, perlu langkah konkrit dalam penguatan pendidikan dan dakwah.

“Kita semua berharap agar upaya memuliakan para Huffaz tidak terhenti di sini. Harus ada program rill yang terkait peningkatan sumber daya manusia dalam bentuk yang lebih rill, yaitu pendidikan dan dakwah,” kata Lukman di Jakarta, Kamis (22/2).

Dikatakan Lukman, untuk peningkatan pendidikan huffaz, pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi terus membangun kerja sama dengan memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi para penghafal Alquran dan Hadits. Program kerja sama ini tentunya merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya dalam menyebarkan risalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Dalam bidang dakwah, pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi juga akan membangun kerja sama dalam mensyiarkan Islam moderat. Sinergi ini dimaksudkan untuk membentengi umat dari paham ekstrimisme dan liberalisme yang kini menjadi virus penghancur kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

Hal seperti ini, diakui Lukman, menjadi tantangan tersendiri bagi para ulama dan umara. Akan hal ini, dalam pandangan Menag, ulama dan umara harus bersinergi dan bergandengan tangan dalam menyikapi paham ekstrimisme yang ada.

“Kita harus mengantisipasi melalui jalur kerja sama bilateral dalam bidang dakwah dan paham keagamaan yang moderat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Kerajaan Arab Saudi melalui Duta Besar Kerajaan Arab Saudi yang telah menyelenggarakan MHQH bekerjasama dengan Kementerian Agama. Menag menilai, MHQH memiliki korelasi positif dengan program Kementerian Agama.

 

Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi merupakan dua negara yang memiliki semangat tinggi dalam mengagungkan Alquran dan para penghafalnya melalui kegiatan Musabaqah Alquran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement