Jumat 24 Nov 2017 06:50 WIB

Gus Ipul: Medsos Bisa Menjadi Sarana Dakwah Bagi Ulama

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah
Wakil Gubernur Jawa Timur, H Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.
Foto: Republika/Heri Purwata
Wakil Gubernur Jawa Timur, H Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf berpendapat, media sosial (Medsos) bisa menjadi wadah dakwah baru bagi para ulama. Mengingat, perkembangan teknologi yang baru, menyebabkan medsos menjadi sarana masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi.

"Setiap orang bisa menemukan apa pun di media sosial, bahkan yang tidak mungkin sekaligus," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Provinsi Jawa Timur, seperti tertulis dalam siaran persnya, Jumat (24/11).

Gus Ipul menjelaskan, medsos menjadi pelarian masyarakat saat dunia nyata begitu tidak menjanjikan. Ancaman bangsa seperti ini menurutnya tidak bisa dihadapi pemerintah sendiri, tapi juga memerlukan peran semua elemen masyarakat. "Salah satunya para ulama. Agar bisa mengisi dakwah melalui medsos dengan segala kesempatan yang ada," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul mencontohkan, ketika Ketua Umum MUI Jatim menyampaikan pidato, sambutan, atau dakwah, bisa langsung disebarkan melalui medsos. Sehingga dunia maya bisa menyaksikannya agar bisa menginspirasi.

Apalagi, dakwah melalui medsos ini, menurutnya sejalan dengan fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Fatwa tersebut menurutnya harus terus disosialisasikan secara efektif kepada masyarakat. "Sehingga fatwa tersebut bisa mencegah penyebaran konten media sosial yang berisi berita bohong atau hoax, dan mengarah pada upaya adu domba di tengah masyarakat" kata Gus Ipul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement