Sabtu 11 Nov 2017 20:37 WIB

FBI Selidiki Peran Flynn dalam Pengusiran Ulama Muslim AS

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Agus Yulianto
Ulama Turki yang tinggal di AS,  Fethullah Gulen.
Foto: reuters
Ulama Turki yang tinggal di AS, Fethullah Gulen.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Mike Flynn dan putranya diduga telah ditawari sebanyak 15 juta dolar AS untuk secara paksa mengeluarkan dari AS seorang ulama Muslim yang diinginkan oleh Turki.

The Wall Street Journal melaporkan, FBI menanyai setidaknya empat orang sehubungan dengan pertemuan pertengahan Desember di New York di Klub "21". Diskusi antara perwakilan Flynn dan Turki diduga terjadi di sana.

The Journal mengatakan, bahwa orang-orang yang menggambarkan dugaan usulan tersebut tidak menghadiri pertemuan bulan Desember dan tidak mengetahui secara langsung rinciannya. Tidak ada indikasi bahwa uang berpindah tangan atau kesepakatan dibuat, dilansir dari CNN, Sabtu (11/11).

Diskusi tersebut diduga mencakup bagaimana mengangkut Fethullah Gulen, seorang pemimpin Muslim yang oleh Erdogan dituduh berada di balik sebuah kudeta militer yang gagal untuk menggulingkannya, dengan sebuah jet pribadi ke pulau penjara Imrali, Turki.

Pengacara Flynn sepenuhnya membantah cerita Jurnal tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Jumat. "Karena menghormati proses berbagai investigasi mengenai kampanye 2016, kami dengan sengaja menghindari menanggapi setiap desas-desus atau tuduhan yang diajukan di media," kata Robert Kelner, Stephen Anthony, dan Brian Smith dalam pernyataan tersebut.

"Tapi siklus berita hari ini telah membawa tuduhan tentang Jenderal Flynn, mulai dari penculikan hingga penyuapan, yang sangat memalukan dan merugikan sehingga kami membuat pengecualian terhadap peraturan biasa kami: mereka salah."

Journal melaporkan bahwa pengacara untuk anak Flynn menolak untuk mengomentari cerita tersebut.

CNN melaporkan, awal pekan ini bahwa penyidik khusus Robert Mueller menyelidiki pemeriksaan dugaan Flynn dalam diskusi tentang gagasan untuk menghapus ulama yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania. Dulu, juru bicara Flynn telah membantah bahwa diskusi semacam itu terjadi.

Selain itu, Flynn telah menyatakan, keprihatinannya tentang potensi pemaparan hukum terhadap anaknya, Michael Flynn Jr., yang, seperti ayahnya, berada di bawah pengawasan oleh Mueller.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement