Jumat 01 Sep 2017 13:52 WIB

Masjid Sunda Kelapa Salurkan Daging Kurban ke Pesantren

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita
Sejumlah Panitia Kurban Masjid Sunda Kelapa sedang sibuk memotong hewan kurban, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/9).
Foto: Republika/Ali Mansur
Sejumlah Panitia Kurban Masjid Sunda Kelapa sedang sibuk memotong hewan kurban, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, tidak lagi menggunakan sistem kupon untuk membagikan daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah. Masjid Agung Sunda Kelapa akan langsung menyalurkan daging kurban ke pesantren dan panti asuhan yang sudah mengajukan proposal. 

"Sebagian kami salurkan langsung ke pesantren-pesantren, yayasan-yayasan yatim piatu, masjid-masjid yang sudah mengajukan proposal. Ini demi efesiensi dan tepat sasaran. Juga menghindari kerusuhan yang kerap terjadi," kata Ketua Panitia Kurban, Faruq Rahman, di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/9).

Selain itu, panitia kurban Masjid Agung Sunda Kelapa juga tidak akan membagi-bagikan daging kurban kepada warga di sekitar masjid. Sebab, Faruq beralasan, penduduk sekitar masjid tersebut bukanlah masyarakat yang pantas menerima daging kurban. 

Dia menyebutkan warga yang bertempat tinggal di sekitar Masjid Sunda Kelapa merupakan orang-orang kelas menengah ke atas. "Karena kompleks ini orang kaya, ya, kami enggak bagikan. Habis Jumatan kita lanjut lagi (pemotongan). Langsung kami salurkan," kata Faruq, menambahkan. 

Pada hari raya Idul Adha 1438 H, hari ini, panitia kurban Masjid Agung Sunda Kelapa menyembelih sekitar 10 ekor sapi dan 50 kambing. Hewan-hewan itu merupakan hasil dari sumbangan masyarakat sekitar. 

Sementara itu sapi kurban sumbangan dari seorang pengusaha bernama Erwin Aksa. Sebab, sapi dengan bobot 1.000 kilogram milik bos Semen Bosowa paling besar dibandingkan yang lainnya. "Insya Allah kita usahakan secepatnya selesai dan langsung dibagikan ke masyarakat. Kami jeda untuk shalat Jumat, terus kami lanjutkan," tutup Faruq. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement