Sabtu 17 Jun 2017 13:23 WIB

Kiat Mendapatkan Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan

Rep: muhyidin/ Red: Agus Yulianto
Menyambut malam lailatul qadar.
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Menyambut malam lailatul qadar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pusat Kajian Hadits Jakarta, Dr Ahmad Lutfi Fathullah mengungkapkan kiat-kiat untuk mendapatkan lailatul qadar di bulan Ramadhan. Menurut dia, untuk memeraihnya maka umat Islam harus memperbanyak ibadah dengan beriktikaf di masjid.  

“Ada anekdot dari ulama ya. Kalau mau mendapat lailatul qadar iktikaf lah dari awal Ramadhan sampai akhir Ramadahan. Itu bercandaannya ulama,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (16/6).

Namun, menurut dia, berdasarkan berbagai riwayat hadis, satu malam yang lebih baik dari seribu tersebut terjadi di sepeuluh hari terakhir Bulan Ramadhan, khususnya pada tanggal-tanggal ganjil. Karena itu, pada sepuluh hari terakhir tersebut umat Islam banyak yang melakukan iktiqaf di masjid, baik kaum perempuan maupun laki-laki.

Dia mengatakan, tidak ada hukum fikih yang mengatakan bahwa kaum perempuan lebih baik beribadah di rumah, sehingga tidak ada masalah ketika perempuan muslim yang ingin melakukan iktikaf di masjid.  Bahkan, kata dia, jika melakukan iktikaf di masjid akan lebih baik.

Pada prinsipnya, untuk mendapatkan lailatul qadar tidak harus selalu iktikaf di masjid. Pasalnya, pengarang dari kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi dalam biografinya juga disebutkan ia mendapatkan lailatul qadar di rumahnya. “Tapi kalau mau contoh Rasulullah  yang benar, ya Rasulullah mencairinya di masjid. Sahabat-sahabat juga nyari di masjid,” ucapnya.

Dia menjelaskan, saat beriktikaf di masjid, maka seorang muslim harus melakukan ibadah layaknya berada di rumah Allah jika ingin meraih lailatul wadar, seperti melakukan shalat fardhu, shalat tahajud, kajian, dan membaca Alquran. Namun, saat waktunya istirahat dipersilakan untuk tidur dan bahkan Rasulullah mandi di masjid untuk mencuci rambutnya.

“Saya mengajak bagi semua umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Apalagi, di situ kita bisa berdoa, baik untuk kepentingan akhirat maupun kepentingan dunia. Bagi rezekinya yang masih seret itu kesempatan, dan semua masalah kita dapat selesaikan,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement