Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

NU Expo, Upaya PBNU Ciptakan Pemerataan Ekonomi

Jumat 23 Des 2016 04:16 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Hazliansyah

Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj

Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj

Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai pertumbuhan ekonomi nasional selayaknya tidak hanya dinikmati oleh segelintir kalangan saja. Menurutnya, pemerataan pertumbuhan ekonomi merupakan permasalahan krusial yang layak dituntaskan pemerintah.

Oleh sebab itu, PBNU, kata dia, sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia berupaya menyokong pertumbuhan ekonomi rakyat. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan menghelat NU Expo di Surabaya, Jawa Timur, pada 21-24 Desember mendatang.

"Ini sebagai jawaban NU untuk mendorong produk-produk ekonomi rakyat," ungkap Said Aqil, seperti dikutip situs PBNU, Kamis (22/12).

Selain itu, melalui NU Expo, lanjutnya menerangkan, lembaga ekonomi pemerintah dan swasta dapat saling bersinergi untuk menciptakan pemerataan ekonomi rakyat. "Pemerintah, BUMN, dan swasta dapat bersinergi dengan potensi ekonomi yang dimiliki oleh warga NU dan pesantren untuk mewujudkan pemerataan (ekonomi)," tuturnya.

Pada perhelatan NU Expo tersebut, tema yang diusung sama dengan konsep Islam yang dianut PBNU, yakni Islam Nusantara.

Wakil Lembaga Perekonomian PBNU Jaenal Effendi mengatakan tema tersebut dipilih untuk mempertegas peran NU dalam rangka memperkuat perekonomian rakyat kecil dan menengah. “NU Expo juga bertujuan untuk memetakan potensi-potensi ekonomi yang dimiliki warga NU selama ini,” ucap Jaenal.

Dalam proses pemerataan ekonomi yang diupayakan NU, Jaenak menerangkan, pihaknya akan mengembangkan potensi yang dimiliki pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta potensi ekonomi pesantren. Selanjutnya, NU akan berupaya menjalin kerja sama atau kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, BUMN, dan swasta.

Menurutnya, sinergi memang perlu dilakukan. "Sinkronisasi program menjadi sangat penting antara pelaku usaha dan mitra kerja agar terbangun sistem perekonomian rakyat yang kuat,” ungkap Jaenal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA