Selasa 19 Jul 2016 11:55 WIB

Wapres Minta Umat Teladani Semangat Hidup Rasulullah

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla
Foto: Agung Supriyanto/Republika
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, secara resmi membuka Muktamar III Wahdah Islamiyah. Dalam sambutannya, ia meminta umat meneladani semangat hidup Nabi Muhammad SAW. "Lihat Rasul, lihat sahabat, semua berdagang, semua berusaha," kata JK, Selasa (19/7).

Ia berpendapat, usaha merupakan sikap yang harus diteladani umat Islam dari Nabi Muhammad SAW. Sehingga tidak melulu menjadi manusia yang bersifat konsumtif. Menurut JK, usaha itu yang akan membuat umat Islam di Indonesia tidak sekadar menjadi wasathiyah, tapi juga dihormati bangsa-bangsa lain di dunia.

Selama ini, ia melihat umat Islam di Indonesia selalu membanggakan dua hal yang memang telah ada sejak dulu, yaitu tentang jumlah sebagai mayoritas dan tingginya toleransi di Indonesia. Padahal, JK menilai umat Islam di Indonesia harus lebih dari itu, dengan berkeinginan kuat mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik.

JK mengatakan, tugas lebih banyak dimiliki oleh ormas-ormas Islam yang ada karena memiliki kewajiban untuk memakmurkan, dalam rangka memberi kebahagiaan dan kemajuan umat Islam. Terlebih, umat Islam secara global tengah mengalami begitu banyak cobaan, serta pemahaman yang salah dan selalu ditiupkan musuh-musuh Islam.

Di tengah keterpurukan tersebut, ia menegaskan pentingnya ulama-ulama menumbuhkan semangat hidup Rasulullah bagi setiap Muslim. Karenanya, JK menuturkan ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia selama ini memiliki peran paling penting, dengan memberikan dakwah yang baik kepada umat Islam. "Kita bersedih melihat itu tapi harus selalu berusaha memberikan pikiran yang baik kepada Islam," ujar JK.

Meski begitu, ia merasa kondisi umat sebagai mayoritas dan pemikiran Islam wasathiyah merupakan modal yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, demi menjaga kedamaian di Indonesia. Namun, JK berpesan agar setiap manusia di Indonesia memiliki pemahaman kalau Islam bukan sekadar agama, melainkan cara hidup damai seorang manusia di dunia.

Terkait toleransi, JK mengaku cukup bangga dengan kondisi yang telah tercipta di Indonesia sejak lama, dengan tingkat toleransi yang terbilang sangat tinggi. Ia mengambil contoh, Indonesia merupakan negara yang memiliki libur hari raya dengan lengkap, bahkan untuk semua agama yang resmi ada di Indonesia.

Namun, JK tetap berharap semangat hidup Nabi Muhammad SAW jadi pembahasan di Muktamar III Wahdah Islamiyah, sehingga ada usaha membawa itu ke jiwa umat Islam di Indonesia. Dengan begitu, barulah Indonesia ia anggap bisa sejajar dengan siapa saja di dunia, berdiri bersama dengan kemampuan dan kekuatan yang sama.

Wahdah Islamiyah, lanjut JK, harus memberikan sumbangan lebih kepada kondisi umat Islam di Indonesia, termasuk peran penting memajukan kondisi ekonomi. Hal itu dikarenakan kebahagiaan di dunia merupakan modal awal umat meraih bahagia di akhirat, sesuai dengan doa yang paling banyak diucap umat Islam, dalam doa keselamatan.

"Berharap itu jadi bagian muktamar, untuk memajukan bangsa Indonesia dan umat Islam terutama," ujar JK.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement