Senin 22 Feb 2016 19:27 WIB

Cendekiawan Muslim Diharapkan Raih Nobel Bidang Kedokteran

Rep: MGROL57/ Red: Muhammad Subarkah
Ig Nobel
Foto: bbc
Ig Nobel

REPUBLIKA.CO.ID, -- Direktur Yayasan Nobel, Carl-Hendrik Heldin, mengharapkan cendekiawan Muslim bidang kedokteran segera meraih Penghargaan Nobel. Dilansir dari Khaleej Times, Senin (22/2), Heldin menjelaskan selama ini pakar kesehatan Muslim telah berkontribusi besar di bidang mereka. Bahkan, para ahli tersebut termasuk yang paling awal menemukan berbagai obat dan metode kesehatan.

“Saya bisa melihat hal ini (cendekiawan Muslim raih Nobel--Red) terjadi 10 hingga 20 tahun mendatang. Kami mengapresiasi penemuan-penemuan di bidang obat-obatan dan mereka hampir selalu tak terduga,'' katanya.

Heldin menambahkan, seandainya hadiah Nobel ada sejak seribu tahun lalu, pemenangnya tentu mayoritas cendekiawan Muslim. Sayangnya, Alfred Nobel sebagai penggagasnya baru lahir di tahun 1833, dan Yayasan Nobel berdiri di tahun 1901.

“Kami menyayangkan penghargaan ini baru muncul 150 terakhir karena dunia belum melihat banyak cendekiawan Muslim yang sukses,” lanjutnya.

Terkait dengan pernyataan Heldin, cendekiawan Muslim di bidang kesehatan sesungguhnya telah banyak berkontribusi. Ahli bedah Al Zahrawi, salah satunya. Dokter kelahiran Cordoba, Spanyol, tahun 936 tersebut dianggap sebagai ahli bedah terbaik di masa lampau. Al-Zahrawi sering dideskripsikan sebagai ‘Bapak Ilmu Bedah’. Ahli tumbuhan Ibnu Al-Baytar yang lahir tahun 1197 pun berkontribusi besar dalam bidang tanaman pengobatan.'

Selama ini telah ada tokoh Muslim yang memenangi Penghargaan Nobel. Mereka antara lain mantan presiden Palestina, Yasser Arafat dan cendekiawan Yaman Tawakkol Karman. Keduanya dianugerahi Nobel Perdamaian.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement