Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tahun Duka Penyelenggaraan Ibadah Haji

Selasa 29 Dec 2015 06:51 WIB

Rep: damanhuri/ Red: Muhammad Subarkah

 Crane proyek perluasan masjid yang jatuh di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9).   (Reuters/Mohamed Al Hwaity)

Jamaah haji dari berbagai negara dalam proses melempar jumrah di Mina.

Mengejar Afdhaliyah Mendapat Musibah


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir melihat perlunya ada ijtihad dalam hal tata cara haji. Menurut dia, perlu ijtihad bahwa konsep afdhal (keutamaan) dalam tata cara haji tidak dijadikan target utama.

"Bila perlu dilakukan ijtihad dalam hal tata cara haji agar konsep afdhal itu tak menjadi target utama yang menghilangkan esensi ibadah, keamanan, dan keselamatan," katanya usai Seminar 'Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan' di Uhamka, Selasa, (29/9).

Mengejar konsep afdhal, kata Haedar, harus digeser ke arah yang lebih esensi. "Jangan mengejar afdhal tapi malah mengancam keselamatan diri dan orang lain," ujarnya mengingatkan.

Menurut Haedar, jamaah haji harus mengutamakan keselamatan. Sebab, ibadah haji merupakan ibadah  fisik, selain ibadah  spritual. Dengan demikian, dalam pelaksanaannya faktor keselamatan harus diperhitungkan.

Haedar yakin Pemerintah Arab Saudi akan berusaha sebaik-baiknya menyelesaikan dan mencari solusi atas insiden Mina. Mereka juga melakukan sinergi dengan bangsa-bangsa lain agar musibah Mina ini ditangani dengan optimal. 

Permintaan maaf, ujar dia, bisa menjadi bagian dari komitmen Saudi dalam mencari solusi terbaik menghadapi musibah. Ia juga menyarankan agar OKI ataupun seluruh negara jamaah harus membuat kebijakan soal haji yang mengarah pada keteraturan di dalam prosesi ibadah haji.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA