Senin 02 Nov 2015 16:04 WIB

Musker Himpuh Bahas Umrah dan Wisata Muslim

Rep: c16/ Red: Andi Nur Aminah
Dirjen PHU (Pengelenggara Haji Umroh) Kemenag Abdul Djamil memberikan kata sambutanya sekaligus membuka acara Musyawarah Kerja HIMPUH 2015 di Jakarta. Senin (2/11).
Foto: Republika/Darmawan
Dirjen PHU (Pengelenggara Haji Umroh) Kemenag Abdul Djamil memberikan kata sambutanya sekaligus membuka acara Musyawarah Kerja HIMPUH 2015 di Jakarta. Senin (2/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operator penyelenggara umrah dan haji khusus yang tergabung dalam Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) menggelar Musyawarah Kerja (Musker) ke-5. Musker yang diadakan dua hari sejak Senin (2/11) di Jakarta ini dihadiri oleh 233 dari 299 anggota Himpuh.

Ketua Umum Himpuh Baluki Ahmad mengatakan Musker merupakan pertemuan tahunan yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Himpuh. "Kewajiban pengurus untuk menyampaikan laporan kegiatan, keuangan dan laporan lainnya setiap tahun," kata Baluki kepada Republika.co.id, Senin (2/11). 

Selain laporan pertanggungjawaban pengurus, Musker kali ini juga akan membahas perkembangan pelaksanaan program penyelenggaraan haji, umrah dan wisata Muslim. Baik pada tataran kebijakan maupun aspek teknis dan iklim usahanya. 

Terkait dengan wacana pengambilalihan penyelenggaraan umrah oleh pemerintah, Baluki mengatakan hal tersebut akan menjadi salah satu topik yang akan dibahas dalam Musker. "Kita harus menyikapi itu semua, sejauh mana keinginan pemerintah dan bagaimana kesiapan kita," kata Baluki. 

Pada waktu yang bersamaan, Himpuh juga mengadakan Himpuh Travel Mart (HTM). HTM merupakan agenda tahunan yang mempertemukan mitra strategis (seller) dengan para operator penyelenggara yang menjadi anggota Himpuh. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement