Jumat 26 Apr 2013 02:28 WIB

'Bentuk Karakter Bangsa dengan Nafas Keislaman'

Rep: Rosita Budi Suryaningsih/ Red: Djibril Muhammad
fatayat nu
Foto: .
fatayat nu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak persoalan terjadi di negara ini, disebabkan karena negarawan tak punya karakter kuat ke-Indonesiaan dan ke-Islaman. Cara untuk memperkuat karakter tersebut, diawali dari pendidikan anak, bahkan dari tingkat keluarga.

Dalam acara Harlah Fatayat NU ke-63 di Jakarta, Kamis (25/4), masalah ini dibahas. Banyak terjadi kasus korupsi, pelanggaran HAM, pornografi, penyalahgunaan narkoba, dan banyak lagi masalah lain, kini melanda Indonesia.

Menurut Ketua PP Fatayat NU, Ida Fauziyah, di masa depan hal ini bisa dicegah agar tidak terjadi lagi. "Caranya adalah dengan mempersiapkan generasi yang Islami dan punya karakter kebangsaan," ujarnya.

Menurutnya, generasi ke depan adalah cerminan bentuk masyarakat Indonesia di masa depan. Untuk itu, perlu aksi nyata untuk menggenjot pendidikan anak sekarang, terutama di ranah keluarga.

Anggota Fatayat rata-rata merupakan ibu muda yang berumah tangga. Selain mengkritisi kondisi kebangsan dan aktif dalam organisasi, anggota Fatayat juga dituntut untuk mendidik anak mereka di keluarganya. "Didik anak dengan menitikberatkan karakter ke-Islaman dan ke-Indonesiaan," ujarnya.

Dengan menitikberatkan pada dua poin ini, niscaya akan melahirkan indvidu-individu yang bertanggung jawab di masyarakat. "Individu yang kita didik inilah yang akan menjadi pemimpin Indonesia masa depan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement