Ahad 24 Mar 2019 17:00 WIB

Menperin Janjikan Program Santri Berindustri dan Berkreasi

Menperin Airlangga Hartarto menilai potensi ekonomi di pesantren cukup besar.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Hasanul Rizqa
(Ilustrasi) Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berpidato sebelum meresmikan IoT Innovation & Future Digital Economy Lab di ITB, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/3/2019).
Foto: Antara/M Agung Rajasa
(Ilustrasi) Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berpidato sebelum meresmikan IoT Innovation & Future Digital Economy Lab di ITB, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/3/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diketahui sedang menyiapkan program pengembangan dan penumbuhan wirausaha dan unit industri di lingkungan pondok pesantren. Program tersebut dinamakan sebaai Santri Berindustri dan Santri Berkreasi. Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto.

“Kedua model tadi bertujuan untuk mendidik dan mengembangkan potensi kreatif santri di bidang produksi digital,” kata Menperin dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (24/3).

Baca Juga

Dia menjelaskan, pondok pesantren memiliki potensi pemberdayaan ekonomi yang cukup besar. Apalagi, cukup banyak pesantren yang telah mendirikan koperasi.

Selain itu, lanjut dia, sudah banyak pondok pesantren yang mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri skala kecil dan menengah. Bahkan, beberapa di antaranya telah mengembangkan inkubator bisnis.

Maka dari itu, Menperin menilai, kalangan pondok pesantren sudah memiliki modal yang cukup kuat dalam menyambut Revolusi Industri 4.0. Ditambah dengan jangkauan dan kapasitas pondok pesantren yang luas, Kemenperin berupaya memetakan kebutuhan di setiap pondok pesantren masing-masing daerah.

“Hal itu agar bantuan berupa peralatan produksi yang kami berikan dapat tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan secara optimal,” kata ketua umum Partai Golkar itu.

Dia menyebut satu contoh. Ada sejumlah pondok pesantren yang seluruh santrinya menggunakan sandal. Hal itu mesti dilihat sebagai peluang bisnis. Karena itu, kata dia, Kemenperin akan memberikan bantuan berupa alat produksi pembuatan sandal.

Tak hanya itu, para santri nantinya juga diberikan pelatihan dan bimbingan usaha.

Menperin berharap, nantinya para penggerak ekonomi santri memiliki ekosistem bisnis yang berbasis pesantren. Setidak-tidaknya, seluruh kebutuhan santri dapat terpenuhi oleh usaha atau koperasi yang dibangun pesantren itu sendiri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement