Selasa 29 Jan 2019 14:55 WIB

Kiai Ma'ruf Sebut FPI Pecahan dari NU

FPI memecahkan diri atau keluar dari NU yang dianggap kurang keras.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita
KH Maruf Amin
Foto: Antara
KH Maruf Amin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin menyebut organisasi Front Pembela Islam (FPI) merupakan pecahan dari Nahdlatul Ulama (NU). Calon Wakil Presiden nomor urut 01 ini mengatakan, FPI berpisah dari NU lantaran tidak puas terhadap gerakan NU yang dianggap kurang keras. 

"Mereka (FPI) juga memecahkan diri atau keluar dari kelompok NU karena menganggap NU kurang keras. Padahal bukan kurang keras, tapi NU bijak, santun untuk berjuang," ucap Kiai Ma'ruf saat menyampaikan tausiyah dalam acara Rakornas LDNU di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (28/1).

Kiai Ma'ruf menjelaskan, NU didirikan awalnya untuk mengantisipasi berkembangnya paham wahabi di Indonesia dan juga munculnya gerakan-gerakan ekstrem. Namun, menurut dia, sekarang paham wahabi dan gerakan ekstrem itu sudah ada di Indonesia.

"Sekarang ini justru bukan antisipasi lagi, sudah ada di Indonesia, Wahabinya ada, bahkan HTI-nya, bahkan juga ada gerakan yang anak-anak kita dulunya tidak puas dengan gerakan yang kurang ekstrem dari NU, kelompok FPI," ujar 

Kiai Ma'ruf mengatakan, dalam gerakannya selama ini NU sudah memiliki pengaruh yang besar dan menjadi satu-satunya ormas Islam yang paling disegani di Indonesia, selain Muhammadiyah.

"Yang lain itu kan hanya puluhan ribu, ratusan ribu. Kalau NU kan jutaan. Jangankan teriak, dehem saja kalau NU itu orang sudah gemetar semua. Nah itu yang tidak dipahami," kata Kiai Ma'ruf.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement