Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Masjid di Mataram ini Punya Penerjemah Bahasa Isyarat

Jumat 18 Jan 2019 14:51 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kelompok Gerakan Kesejahteraan Tuli Indonesia memperagakan bahasa isyarat pada acara 'Sahabat Isyarat' di 107 Garage Room, Kota Bandung, Jumat (28/9).

Kelompok Gerakan Kesejahteraan Tuli Indonesia memperagakan bahasa isyarat pada acara 'Sahabat Isyarat' di 107 Garage Room, Kota Bandung, Jumat (28/9).

Foto: Abdan Syakura (MJ07)
Sudah ada 70 disabilitas tunarungu se-pulau Lombok yang merasakan fasilitas ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM— Lima penerjemah bahasa isyarat di Masjid Raya At Taqwa, Mataram, membantu penyandang disabilitas tunarungu yang ingin mengikuti kegiatan pengajian di rumah ibadah tersebut. 

Abdullah, anggota Jamaah Tabligh di Masjid Raya At Taqwa, mengatakan terdapat lima penerjemah bahasa isyarat yang sudah berpengalaman. 

"Lima penerjemah ini memiliki pengalaman dalam bahasa isyarat. Sebenarnya ada satu penerjemah lagi, tetapi belum berpengalaman," katanya di Mataram, Jumat (18/1). 

Sedangkan, Hariri, penerjemah bahasa isyarat, menyatakan sejak 2013, komunitas jamaah tunarungu sudah rutin mengikuti dakwah di Mataram. 

"Di antara jamaah tunarungu ada yang sarjana, berprofesi sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB), ada yang di bidang desain grafis," ujarnya.

Hariri menjelaskan, sudah ada 70 disabilitas tunarungu se-pulau Lombok yang pernah mengikuti program dakwah jamaah tabligh, namun yang rutin hadir setiap malam Jumat sekitar 30 orang.

Sebagian besar mereka anggota Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gertakin) wilayah Mataram.

Ia mengemukakan, penyandang disabilitas tunarungu membutuhkan perhatian semua pihak untuk membantu mereka memperoleh pekerjaan.

"Alhamdulillah, dakwah ini bisa menjadi sarana berinteraksi dengan dunia luar bagi komunitas tunarungu," katanya.

Azmi, salah seorang anggota komunitas tunarungu yang rutin mengikuti kegiatan itu, adalah guru di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Praya.

"Saya rutin mengikuti pengajian ini, bahkan mengajak murid-murid untuk mengikuti kegiatan," katanya. 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB