Sabtu 15 Dec 2018 05:18 WIB

BEM Fikes UIKA Programkan Murottal di Pagi Hari

Murottal memfokuskan pada dua hal yaitu kebenaran bacaan dan irama bacaan Alquran.

Rep: mgrol118/ Red: Andi Nur Aminah
Kegiatan muroltal Alquran mahasiswa Fikes UIKA
Foto: istimewa
Kegiatan muroltal Alquran mahasiswa Fikes UIKA

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibn Khaldun Bogor, programkan pemutaran murottal di setiap pagi hari sebelum jam perkuliahan.  Murottal adalah bacaan Alquran yang memfokuskan pada dua hal yaitu kebenaran bacaan dan irama bacaan Alquran.

Rahma Iqbalia Fisabilillah, selaku Kepala Divisi Kerohanian BEM FIKES, mengatakan, program pemutaran murottal dilakukan dari hari senin sampai sabtu dengan durasi kurang lebih 30 menit. Muurottal dimulai antara jam 07.30 – 08.30 WIB.

Rahma yang merupakan mahasiswi semester lima program studi Kesehatan Masyarakat, menyampaikan bahwa program tersebut sudah ada sejak kepengurusan BEM FIKES di tahun 2017. Namun menurutnya, program tersebut belum terlaksana secara rutin saat itu. “Sebenarnya dari BEM tahun lalu sudah ada program itu, cuma kurang berjalan. Jadinya mau kita biasakan lagi”, ucapnya.

Dengan adanya program tersebut, Rahma menjelaskan tujuannya yakni untuk menciptakan suasana yang Islami, serta untuk mengingatkan teman-teman Fikes lainnya agar ingat membaca Alquran setiap hari. Rahma selaku penanggung jawab program tersebut, menyatakan teknis pemutaran murottal dilakukan oleh anggota Divisi Kerohanian yang bergantian menyetel murottal tiap paginya.

“Tiga orang di semester tiga nyetel setiap Senin, Selasa, Rabu. Sedangkan saya yang semester lima nyetel di setiap hari Kamis, Jumat dan Sabtu,”, ucapnya saat ditemui Republika di pelataran kampus UIKA.

Rahma yang mengambil konsentrasi Manajeman Pelayanan Kesehatan di Prodinya, mengaku, pelaksanaan program tersebut masih kurang memadai teknisnya. Hal itu dilihat dari keterbatasan alat, sehingga pemutaran murottal masih menggunakan speaker biasa yang ditaruh di lorong. “Tapi kalau untuk suara sih sedikit terdengar ke setiap kelas”, ungkapnya.

Rahma mengatakan, respons yang diberikan oleh keluarga besar mahasiswa Fikes dan dosen- dosen Fikes sangatlah positif. Mereka mendukung pengadaan program tersebut. Tak terkecuali pihak fakultas yang sudah membantu penyediaan speaker.

Salah satu mahasiswa Fikes, Aliyah Kusumawardani, mengatakan, program tersebut sangat bagus sekali karena bisa untuk murojaah hapalan. Aliyah yang saat ini semester lima di progran studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, berharap, semoga program tersebut berjalan terus meskipun nanti akan ada pergantian kepengurusan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement