Minggu, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 Februari 2019

Minggu, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 Februari 2019

Ceramah Maulid, Menhub: Berkendara Jangan Pakai Gamis

Senin 03 Des 2018 08:26 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Menteri Perhubungaan Budi Karya Sumadi.

Menteri Perhubungaan Budi Karya Sumadi.

Foto: Republika/Prayogi
Menterihub Budi Karya Sumadi mengingatkan keselemataan berkendara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu tradisi masyarakat di seluruh Indonesia. Di antara pemandangan dalam perayaan tersebut misalnya, ada konvoi kendaraan motor yang kerap mengabaikan keselamatan. 

Saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW bersama para kaum perempuan perkampungan sempit kawasan Meruya Utara, di Majelis Taklim Al Muthmainah Kampung Sanggrahan Tiga Suku Jakarta Utara, Ahad (2/12) malam, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengingatkan keselamatan berkendaraan saat memperingati maulid. 

Pada kesempatan itu, Budi menyampaikan amanat tentang keselamatan berkendaraan kepada para undangan acara Maulid Nabi tersebut.

Budi sengaja mengajak wanita pendiri "Queen Riders" Iim Fahima Jachja untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendaraan khususnya bagi kaum perempuan.

Salah satu hal yang harus diperhatikan kaum wanita dalam berkendaraan yakni tidak mengenakan pakaian gamis.

"Bahwa berkendara itu jangan pakai gamis harus pakai celana panjang, nah itu salah satu contoh hijrah-hijrah kecil, menyebarkan kebaikan," ucap mantan direktur utama PT Angkasa Pura II itu.

Budi menambahkan sifat Nabi Muhammad SAW lainnya yang harus diteladani yakni kejujuran dalam menjalani kehidupan seperti menghindari tindak pidana korupsi atau pencurian. 

"Nabi Muhammad SAW adalah panutan kita, jika mengingat Nabi, kita selalu sejuk dan sabar," kata Menhub.

Budi mengatakan, umat Islam dapat meneladani dan memetik kehidupan Nabi Muhammad SAW melalui sifat yang mulia, ajaran, serta konsesi tentang agama.

Budi mengisahkan Nabi hijrah atau pindah dari Makkah menuju Madinah untuk menyebarkan kebaikan karena ketika itu Makkah diduduki kaum jahiliyah yang menyiksa anak, serta menzalimi perempuan.  

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES