Kamis 15 Nov 2018 16:00 WIB

Mensyukuri Tidur

Fenomena tidur dijelaskan dalam Alquran,

Mendengarkan kata-kata bahasa asing saat tidur. Ilustrasi
Foto: Amazon
Mendengarkan kata-kata bahasa asing saat tidur. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seberapa nyenyak tidur Anda malam tadi? Apakah Anda tertidur pada awal waktu hingga ayam berkokok? Ataukah Anda terpaksa harus mengubah waktu tidur Anda karena bekerja shift malam sehingga harus beristirahat pada siang? Kemungkinan lainnya, Anda adalah orang yang mengalami kesulitan tidur. Banyak masalah di kantor dan keluarga membuat tidur nyenyak menjadi sesuatu yang sangat mahal bagi Anda.

Para ilmuwan percaya bahwa tidur yang cukup berpengaruh terhadap mental, konsentrasi, memori, hingga mood seseorang. Tidur yang tidak cukup merusak fungsi metabolisme tubuh manusia. Dalam pemahaman yang lebih singkat, tidur dapat membangun kualitas hidup manusia. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidur berarti dalam keadaan berhenti badan dan kesadarannya, biasanya dengan memejamkan mata. Di dalam bahasa medis, tidur mendapatkan penjelasan lebih kompleks. Tidur adalah masa istirahat untuk tubuh dan jiwa. Selama tidur, kesadaran dan kemauan mengalami penundaan, baik sebagian maupun keseluruhan. Tidur juga dijelaskan sebagai sikap tubuh yang diam, tetapi mudah merespons jika ada stimulus dari luar.

Fenomena tidur telah dijelaskan lewat banyak ayat dalam Alquran. Di antaranya, yakni QS AzZumar ayat 42. Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman, "Allah yang mengangkat roh seseorang ketika dia mati dan ketika tidur. Maka di tanganNya, roh orang yang ditakdirkan mati dan dikembalikan roh orang yang tidur sampai ajal tertentu. Sesungguhnya itu merupakan ayat bagi orang yang mau berpikir."

Saat masih menjabat sebagai Ketua Departemen Electrical and Electronic di British University, Dr Arthur J Alison pernah melakukan penelitian lewat alatalat elektronik tentang fenomena tidur dan mati. Hasil riset selama enam tahun ini menjelaskan, memang ada sesuatu yang keluar dari tubuh manusia ketika tidur dan masuk kembali ketika terbangun. Namun, untuk orang mati, sesuatu itu tidak kembali. 'Sesuatu' yang terdeteksi oleh alat elektronik Dokter Alison boleh jadi merupakan roh yang dijelaskan Alquran. 

Karena itu, tidur dapat direnungkan sebagai simulasi mati. Baik dalam tidur maupun mati, roh samasama pergi dari tubuh manusia. Namun, perbedaannya ada di pengembalian. Ketika roh  tidak dikembalikan maka dipastikan kita akan mati. Jika suratan itu terjadi, roh yang berada di genggaman Allah SWT akan masuk ke alam barzakh dan tidak kembali ke alam dunia.

Menjadi wajar saat Rasulullah SAW memberi contoh untuk membaca doa, yang seolah menyiapkan mati saat menjelang tidur. "Dengan namaMu Ya Allah aku hidup dan (dengan namaMu) aku mati." Lantas, saat terbangun, kita diajarkan untuk membaca doa yang bermakna rasa syukur setelah dapat hidup kembali. "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami hidup setelah mati dan hanya kepadaNya kami dikembalikan."

 

sumber : Dialog Jumat Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement