Selasa 07 Aug 2018 20:17 WIB

PBNU Himpun Dana Rp 1 Miliar untuk Gempa Lombok

NU Care Lazisnu telah mengonsolidasi seluruh relawan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Seorang prajurit TNI AD menyaksikan anggota Basarnas berusaha mengevakuasi korban tertimbun reruntuhan Masjid Jabal Nur yang rusak akibat gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8).
Foto: Antara/Zabur Karuru
Seorang prajurit TNI AD menyaksikan anggota Basarnas berusaha mengevakuasi korban tertimbun reruntuhan Masjid Jabal Nur yang rusak akibat gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, NU telah berhasil menghimpun dana bantuan Rp 1 miliar untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan tersebut dihimpun oleh NU Care Lazisnu dan LPBINU.

“Bantuan tahap pertama sebanyak Rp 1 miliar berhasil dihimpun NU Care Lazisnu dan LPBINU akan diberikan kepada korban gempa di Lombok,” ujar Kiai Said dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Selasa (7/8).

Kiai Said menjelaskan, bantuan ini merupakan langkah pertama karena tahap kedua dan ketiga akan diteruskan dan diupayakan oleh segenap warga NU sebagai bentuk kepedulian kepada saudara sesama bangsa. NU Care Lazisnu yang diwakili Ajat Sudrajat menegaskan selama ini telah mengonsolidasi seluruh relawan Lazisnu, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Bantuan juga datang dari Lazisnu Hong Kong dan Korea. Mari semua bersinergi untuk meringankan beban saudara-sauadara kita yang sedang tertimpa musibah gempa di Lombok," ucap Ajat.

photo
Sejumlah anggota Basarnas mengevakuasi jenazah korban yang meninggal akibat tertimbun reruntuhan Masjid Jabal Nur yang rusak akibat gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8).

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU M. Ali Yusuf menjelaskan, relawan NU di Lombok sudah bergerak melakukan evakuasi dan pelayanan korban gempa sejak musibah gempa pertama berskala 6,4 skala Richter pada 29 Juli 2018.

Namun, lanjut Ali, ternyata terjadi gempa lagi dengan kekuatan lebih besar yaitu 7,0 skala Richter, sehingga bangunan yang tadinya hanya retak seketika hancur. “Para relawan NU saat ini telah memberikan bantuan makanan, pakaian, selimut, dan terpal serta kebutuhan-kebutuhan lain selama hidup di tenda,” katanya.

Gempa bumi yang berpusat di Lombok Utara ini sudah memakan korban jiwa sebanyak 105 orang, ratusan mengalami luka-luka dan kritis, serta ribuan rumah rusak dan rata dengan tanah. Bahkan, gempa susulan masih terus terjadi hingga hari ini. Selain melakukan pelayanan kesehatan, psikososial, dan dapur umum, NU juga membuka madrasah darurat yang digerakkan oleh Lembaga Pendidikan Ma'arif NU untuk anak-anak terdampak gempa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement