Ahad 13 May 2018 14:46 WIB

Ustaz Erick Yusuf: Jangan Fitnah Umat Islam

Ustaz Erick Yusuf mencermati sejak peristiwa 911, umat Islam kerap disudutkan.

Rep: Mabruroh/ Red: Reiny Dwinanda
Ustadz Erick Yusuf
Foto: dok. Ihaqi
Ustadz Erick Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan lembaga dakwah kreatif iHAQi ustaz Erick Yusuf mengutuk pengeboman terhadap tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Ia menjelaskan perbuatan keji tersebut bertentangan dengan semangat Islam, semangat rahmatan lilalamin, dan semangat cinta damai.

"Islam berasal dari kata "salam" yang artinya keselamatan sehingga Islam hadir untuk memberikan keselamatan," ujar ustaz Erick saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (13/5).

Ustaz Erick khawatir Islam akan menjadi kambing hitam atas ledakan bom bunuh diri di Surabaya pada Ahad tadi. Ia menegaskan bukanlah Islam jika dia menebar teror dan kekerasan. "Itu bukan spirit Islam dan jangan fitnah umat Islam atas hal ini," ujarnya.

Menurut ustaz Erick, sejak peristiwa 911 di Amerika Serikat, umat Islam kerap disudutkan dan menjadi kambing hitam setiap kali ada serangan teroris. Akan tetapi, seiring waktu kemudian terbongkar bahwa banyak peristiwa kelam yang pelakunya ternyata bukan umat Islam.

Seperti yang terjadi hari ini, menurut Erick, umat Islam tengah fokus membersihkan diri menyambut bulan Ramadhan. Ia mengatakan tidak mungkin umat Islamlah yang melakukan serangan bom.

"Dari tahrib Ramadhan menuju bulan Ramadhan, umat Islam fokus untuk membersihkan dirinya, jadi tidak mungkin ini umat Islam," ujarnya.

Bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (13/5) pagi. Polisi menginformasikan 11 korban tewas dan 41 lainnya luka-luka akibat teror tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement