Senin 07 May 2018 17:10 WIB

Menteri Agama Sebut Ulama Punya Dua Keunggulan

Kehadiran ulama menjadi obor di tengah masyarakat

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Muhammad Hafil
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Membuka Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI ke-6 di Pondok Pesantren Al Falah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (7/5).
Foto: Republika/Rahmat Fajar
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Membuka Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI ke-6 di Pondok Pesantren Al Falah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (7/5).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR BARU -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Ijtima' Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-6 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 7-10 Mei. Berbagai permasalahan kebangsaan akan dibahas dalam forum ini.

Lukman mengatakan, ulama merupakan pewaris nabi. Ia menyebut kehadiran ulama menjadi obor di tengah-tengah masyarakat.

Lukman berpendapat seorang ulama memiliki dua keunggulan yaitu kedalaman ilmu pengetahuan keagamaan dan non keagamaan. Keunggulan ulama lainnya yaitu tingkat ketakutan kepada Allah yang sangat tinggi.

"Modal dua (keunggulan) itu maka fatwa keagamaan yang dikeluarkan akan memberikan kemaslahatan umat manusia di dunia dan akhirat," ujar Lukman.

Menurut Lukman, mengeluarkan fatwa bukan persoalan mudah. Karena mereka akan diminta pertanggungjawaban akademis dan akhirat. Itu sebabnya, para ulama memberikan persyaratan ketat bagi para mufti.

Ia menambahkan, fatwa yang dihasilkan secara berjamaah yaitu dapat saling melengkapi ilmu pengetahuan. Kemudian juga dapat meminimalkan dampak negatifnya.

"Saya meyakini ulama yang berkumpul ini adalah ulama memenuhu dua kualifikasi sekaligus," kata Lukman.

Lukman meyakini Ijtima' ini bukan sekedar ajang berkumpulnya para ulama, namun membahas persoalan keumatan dan kebangsaan. Ia berharap ijtima' ini mampu menghasilkan solusi.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengatakan pemerintah akan selalu bersinergi dengan para ulama. Pasalnya, ulama adalah tempat untuk meminta arahan dan bimbingan.

"Kalau itu terjadi suasana hati akan damai," kata Sahbirin.

Kemudian, pemerintah Kalsel akan selalu membangun sinergi dengan para pengusaha. Pemerintah Kalsel terbuka bagi siapapun yang akan berbisnis. Harapannya membawa dampak ekonomi kepada masyarakat.

"Kita ingin tiga komponen kekuatan disinergikan. Jika terjadi akan terjadi sesuatu yang dahsyat dan akan menghadirkan kesejahteraan," kata Sahbirin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement