Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Respons MUI Soal Intimidasi di CFD

Senin 30 Apr 2018 17:27 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah

Peserta Aksi 2019 Ganti Presiden membentangkan spanduk di hari bebas kendaraan bermotor di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (29/4).

Peserta Aksi 2019 Ganti Presiden membentangkan spanduk di hari bebas kendaraan bermotor di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (29/4).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
MUI minta masyarakat tak bawa Islam untuk mengintimidasi orang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tak membawa-bawa Islam untuk mengintimidasi orang lain. "Jadi kita sebagai umat Islam itu harus menjunjung tinggi, harus menginterpretasikan Islam kemuliaan agama kita itu," kata Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (30/4).

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai al islamu mahjubun al muslimin (agama Islam dikaburkan oleh pemeluknya sendiri). Menurut dia, aksi tersebut sebagai tindakan ceroboh Muslim mengatasnamakan Islam, tetapi faktanya adalah emosi pribadi.

Menurut KH Ma'ruf, tindakan tersebut belum tentu manifestasi benar seperti yang diperintahkan Allah SWT kepada Malaikat Jibril untuk disampaikan pada Nabi Muhammad SAW melalui Alquran dan Hadist. "Itu kan ada maknanya. Seperti apa maknanya? Apa betul maknanya dengan emosi seperti itu? Kan nggak betul begitu. Itu yang penting," kata dia.

(Din Prihatin Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden)

KH Maruf menilai setiap manusia harus mampu saling menghayati. Tujuannya, agar tidak ada lagi klaim diri sendiri paling benar.

Tindakan dugaan intimidasi terjadi di car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad (29/4). Aksi itu dilakukan sekelompok orang yang mengenakan kaos #2019GantiPresiden terhadap massa yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja.

KH Maruf menilai, CFD tidak boleh diisi dengan kegiatan politik praktis, sebab, CFD adalah wahana silaturahim yang sangat cair. Hal itu bertujuan mencegah adanya aksi intimidasi terulang kembali.

"Lingkungan di CFD itu jangan dicemari dengan urusan-urusan politik praktis," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA