Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Siapa Guru Sekumpul Hingga Haulnya Didatangi Jokowi?

Senin 26 Mar 2018 02:58 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 ulama karismatik asal Martapura, Kyai Haji Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau biasa masyarakat sekitar memanggil Abah Guru Sekumpul di Kelurahan Sekumpul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 ulama karismatik asal Martapura, Kyai Haji Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau biasa masyarakat sekitar memanggil Abah Guru Sekumpul di Kelurahan Sekumpul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Foto: Biro Pers Istana
Jokowi menghadari Haul ke-13 ulama kharismatik Guru Sekumpul.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Selatan dengan menghadiri acara Haul ke-13 ulama kharismatik Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau yang juga dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul. Acara tersebut berlangsung di Mushala Ar-Raudhah, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Ahad (25/3).

Presiden yang berangkat dari hotel pukul 17.10 WITA tiba di Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 17.40 WITA. Selanjutnya, Jokowi berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju Mushala Ar-Raudhah, yang dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul. 

Jalan menuju Mushala Ar-Raudhah ini tampak dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk menghadiri haul tersebut. Jumlah yang hadir diperkirakan  mencapai 1,2 juta orang. 

Setibanya di Mushala Ar-Raudhah sekitar pukul 18.00 WITA, Presiden bersama jamaah lainnya menantikan azan Maghrib. Setelah shalat Maghrib berjamaah yang dipimpin oleh Ustaz H Sa'dudin, acara haul kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran. Acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid, yasin, dan tahlil. Selepas itu pembacaan doa dan kemudian ditutup dengan shalat Isya berjamaah.

photo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul. (biro pers istana)

Lantas siapa itu Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari?

Berdasarkan data yang dihimpun Republika, Muhammad Zaini semasa hidupanya dikenal sebagai ulama dan tokoh yang sangat kharismatik serta populer di Kalimantan, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Ia lahir di Tunggul Irang, Martapura, 11 Februari 1942 dan meninggal di Martapura, 10 Agustus 2005 pada umur 63 tahun.

Semasa hidupnya Guru Sekumpul juga menulis banyak karya tulis. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain Risalah Mubarakah, Manaqib Asy-Syekh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadiri Al-Hasani As-Samman Al-Madani, Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah, dan Nubdzatun fi Manaqibil Imamil Masyhur bil Ustadzil azham Muhammad bin Ali Baalawy.

Dia memiliki dua orang putra, yaitu Muhammad Amin Badali yang lahir pada 6 Januari 1995 dan Ahmad Hafi Badali yang lahir pada 19 Maret 1996. Keduanya pun tampak hadir dalam acara Haul ke-13 sang ayah.

photo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul. (biro pers istana)

Salah satu peserta majelis, Muhammad Yusi, mengatakan bahwa dia sudah sering menghadiri haul Guru Sekumpul. Hal ini tidak terlepas karena Yusi kerap mengikuti agenda Guru Sekumpul dan mendengarkan ceramahnya yang menyejukkan.

"Dia mengajarkan tentang makna Islam dengan cara yang menyenangkan dan menyejukkan. Tidak seperti sekarang yang banyak terlalu menggebu-gebu gitu," kata Yusi ketika ditemui sebelum pelaksanaan haul, Ahad (25/3).

Menurut Yusi, dengan tata cara ceramah yang santun membuat jamaah lebih bisa menerima ilmu yang diberikan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sopan santun yang ditampilkan Guru Sekumpul membuat dia selalu dikenang para jamaahnya.

Hal senada disampaikan Mansyur. Pria 44 tahun ini juga bukan hanya sekali datang ke haul Guru Sekumpul. Bahkan dia sering datang bersama keluarga, saudara, dan rekan sejawat. 

Meski harus berdesak-desakan, Mansyur menyebut hal tersebut tak masalah dan sudah menjadi hal lumrah ketika hadir dalam haul Guru Sekumpul. "Beliu (Guru Sekumpul) sudah seperti milik seluruh warga Banjarmasin. Sikap santun ini yang membuat kita ingat," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA