Sabtu 17 Feb 2018 20:27 WIB

TGB: Indonesia Bisa Jadi Contoh Bagi Dunia Islam

Negara-negara di Timteng yang selama ini jadi rujukan dunia Islam kini terpecah.

Rep: M Nursyamsyi/ Red: Endro Yuwanto
Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi (kanan) bersama Pimpinan Ponpes Raudlatul Ulum KH Abdullah Umar Fayani (kiri) di Ponpes Raudlatul Ulum, Kajen, Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (17/2).
Foto: Humas Pemprov NTB
Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi (kanan) bersama Pimpinan Ponpes Raudlatul Ulum KH Abdullah Umar Fayani (kiri) di Ponpes Raudlatul Ulum, Kajen, Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (17/2).

REPUBLIKA.CO.ID, PATI -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Muhammad Zainul Majdi mengatakan pentingnya menjaga persatuan saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Kajen, Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/2). TGB menyampaikan, Indonesia memiliki potensi besar yang bisa dicontoh dunia Islam lainnya terkait keutuhan bangsa dan sikap saling menghormati antaranak bangsa.

Menurut TGB, Indonesia merupakan karunia dari Allah SWT yang wajib dijaga dengan sebaik-baiknya. "Di Indonesia, dulu bentuknya ada kerajaan-kerajaan Islam dan dengan ikhlas bergabung ke NKRI, di tengah pasang surut peradaban Islam di Indonesia ini, alhamdulillah tetap nyambung sanadnya sampai sekarang," ujar TGB saat memberikan tausiyah di Ponpes Raudlatul Ulum, Sabtu.

TGB melanjutkan, umat Islam di Indonesia memiliki tantangan besar di masa yang akan datang dan harus mempersiapkan diri dengan ilmu. Bagi TGB, ilmu menjadi penggerak suatu peradaban. Persoalan keilmuan, lanjut dia, merupakan pekerjaan rumah bagi seluruh elemen untuk menggerakan peradaban ke depan. "Saya yakin betul Indonesia jadi contoh bagi dunia Islam," jelas dia.

Berkaca ke belakang, TGB melihat negara-negara di Timur Tengah yang selama ini menjadi rujukan bagi dunia Islam justru tercerai-berai akibat perbedaan. TGB mengajak seluruh elemen di Tanah Air bersama-sama menjaga persatuan dan melenyapkan segala dikotomi antara kebangsaan dan keislaman.

Menurut TGB, keislaman dan kebangsaan berjalan dalam satu tarikan nafas yang sama dan tidak perlu dipertentangkan. "Kalau tidak ada saling percaya tidak mungkin bisa maju. Islam harus menjadi lokomotif pembangunan," kata TGB menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement