Jumat 12 Jan 2018 20:27 WIB

Dewan Masjid Terus Edukasikan Konsep 'Masjid Hijau'

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agus Yulianto
Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang baru Budi Gunawan (kedua kiri) berbincang dengan jajaran pengurus lainnya sebelum acara pelantikan Pimpinan Pusat DMI di Jakarta, Jumat (12/1).
Foto: Dok DMI
Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang baru Budi Gunawan (kedua kiri) berbincang dengan jajaran pengurus lainnya sebelum acara pelantikan Pimpinan Pusat DMI di Jakarta, Jumat (12/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai sebagai tempat ibadah dan simbol kebesaran Islam, konsep masjid saat ini berkembang menjadi masjid yang ramah akan lingkungan atau dikenal sebagai 'Masjid Hijau atau Eco masjid'. Eco Masjid adalah konsep masjid yang ikut merawat lingkungan yang lebih bersih dan hijau.

Direktur Program Dewan Masjid Indonesia (DMI), Munawar Fuad Noeh, mengatakan, konsep masjid hijau itu telah berjalan dan akan terus didorong dan diedukasikan oleh DMI. Sebagai bagian dari iman, menurutnya, adalah mengekspresikan kecintaan terhadap lingkungan.

Selain sebagai penguatan keimanan, kata dia, masjid juga berperan dalam memberikan motivasi pada masyarakat untuk merawat lingkungan. "Konsep masjid hijau ini, tentunya masjid yang memperhatikan soal kebersihan dan lingkungan. Selain itu, masjid benar-benar memberikan satu arsitektur dan tata ruang yang betul-betul mendukung terhadap kesehatan lingkungan," kata Munawar, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (12/1).

Selain aspek kebersihan, masjid hijau juga menggalakkan program penghijauandan pengelolaan sumber daya air yang baik. Bahkan, menurutnya, sudah ada yang berpikir untuk mengguanakan listrik dengan memanfaatkan energi angin dan matahari.

Dalam tiga bulan terakhir, Munawar mengatakan, ada peluncuran konsep masjid hijau di masjid Adz-Dzikra di Sentul, Bogor. Dalam mendukung konsep masjid hijau ini, DMI belum lama ini telah memulai berbagai rintisan untuk membersihkan karpet di seluruh masjid.

"Pernah kita gulirkan 1.000 layanan kebersihan karpet masjid. Kemudian juga menggalang perusahaan yang memiliki produksi alat kebersihan," ujarnya.

Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruqutni, mengatakan, DMI pernah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan untuk menyediakan tanaman produktif dan tanaman hias, yang kemudian dibagikan kepada seluruh masjid di Indonesia. Dengan lingkungan yang hijau, Imam mengatakan, sanitasi pada lingkungan masjid bisa berjalan dengan baik.

Imam mengatakan, masjid merupakan salah satu sektor fasilitasi umum yang rawan dengan penggunaan air yang banyak. Aspek terkait itu, menurutnya, ialah penggunaan air menurut madzhab.

Madzhab Maliki misalnya, menekankan penggunaan air yang hemat. Sementara Madzhab Syafi'i dianggap lebih boros, karena air untuk bersuci harus menggunakan air yang mengalir. Karena itu, dia mengatakan, air menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam keberadaan masjid.

Dalam mendukung keberadaan masjid, DMI menurutnya sudah pernah mengirim 100 mobil ke masjid di seluruh provinsi di Indonesia untuk kebersihan, perawatan masjid dan sound system. "Melalui masjid, DMI ingin bersama masyarakat tanpa melihat apapun madzhab untuk memperkuat masyarakat. Sehingga, ada masyarakat masjid sebagai semacam sub kultur dari kehidupan sosial ekonomi yang sejahtera," kata Imam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement