Rabu 20 Dec 2017 16:01 WIB

BPJPH Apresiasi UI Luncurkan Halal Center

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto
Kepala BPJPH Prof Ir Sukoso
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kepala BPJPH Prof Ir Sukoso

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Prof Sukoso memberikan apresiasi kepada Univeritas Indonesia yang telah meluncurkan Unit Kerja Khusus Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat UI bernama 'UI Halal Center' di Auditorium Gedung Intergrated Laboratory Research Center, UI Depok, Jawa Barat, Selasa (19/12) kemarin.

Menurut Sukoso, dengan adanya Halal Center, mahasiswa UI akan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan palatihan terkait produk halal. "Sangat bagus, sangat potensial (Halal Center UI). Jadi halal center itu kan untuk pengembangan ilmu pengetahian, untuk pelatihan, dan sebagainya," ujarnya saat ditemui Republika.co.id dalam acara peuncurkan Alquran terjemah tiga bahasa daerah di Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/12).

Sukoso juga menyatakan bahwa Halal Center di sebuah universitas sangat penting untuk didirikan. Karena, menurut dia, dengan hasil riset tentang produk halal para mahasiswa bisa banyak dikenal oleh dunia. Karena itu, Sukoso juga berharap Halal Center UI bisa melakukan berbagai macam hal untuk membantu memajukan produk halal Indonesia.

"Banyak hal, seperti riset. Produk itu kan harus diriset mas. Apakah anda misalnya menikmati makanan itu kan harus diriset. Terus masalah kehalalan produk itu kan harus diriset. Jadi jangan sampai kita itu membanguan sesuatu yang tanpa basis ilmu pengetahuan dan teknologi. Itu bahaya," ucapnya.

Dikatakan Sukoso, saat ini, sudah ada 40 universitas yang memiliki Halal Center. Menurut dia, hal itu juga masih akan berkembang, karena tidak ada kendala apapun untuk mendirikan Halal Center di sebuah universitas.

"Ini sudah ada 40 dan terus berkembang. Seluruh Indonesia mau kok karena memang ada dana-dana yang bisa diakses dengan topik-topik riset yang ada hubungannya dengan kehalalan produk," kata Sukoso.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement