Jumat 01 Dec 2017 22:55 WIB

Menag: Kalau Ada Paham Ekstrem Pasti Bukan Ajaran Pesantren

Rep: Muhyiddin/ Red: Andri Saubani
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Foto: ROL/Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JEPARA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan bahwa pondok pesantren pada hakikatnya merupakan miniatur dari Indonesia dan peran pesantren sangat besar dalam perjalanan bangsa ini. Menurut dia, salah satu peran pesantren yang besar yaitu bisa membuat umat Islam Indonesia saat ini turut merasakan Islam rahmatal lil alamin.

"Peran yang tidak bisa tidak yaitu kita pasti merasakannya bahwa Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam yang rahmatal lil alamin. Itu lah sumbangsih yang luar biasa yang telah diberikan pondok pesantren kepada bangsa dan negara ini," ujar Lukman usai membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-VI tingkat Nasional tahun 2017 di Lapangan Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Balekambang, Jepara, Jawa Tengah Jumat (1/12).

Menurut Lukman, tidak ada satu pun pondok pesantren di Indonesia mengajarkan agama yang tidak berhaluan Islam yang menebarkan rahmat bagi alam semesta. Karena itu, kata dia, jika pun ada paham ekstrem maka bukan lah dari pesantren.

"Jadi kalau ada paham-paham yang ektrem, pasti bukan lah ajaran yang selama ini menjadi tradisi pondok pesantren," ucap Lukman.

Di samping itu, ia juga menjelaskan bahwa sejak 2015 lalu pemerintah telah menetapkan adanya Hari Santri Nasional. Menurut dia, peringatan tersebut diadakan sebagai penghargaan bagai kaum santri dan pesantren selama ini. Karena itu, tambah dia, santri kedepannya juga mempunyai tanggung jawab atas kehidupan kegaaman di Indonesia.

"Jadi setiap santri harus punya tanggung jawab yang besar. Dengan adanya hari santri, maka kehidupan keagamaan, khususnya keislaman, nilai-nilai Islam yang berkembang di nusantara ini itu juga ganggung jawab santri," kata Lukman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement