Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

DMI Bentuk Ribuan PAUD untuk Makmurkan Masjid

Sabtu 11 Nov 2017 20:17 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla memberikan sambutan saat pembukaan Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-7 yang bertajuk

Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla memberikan sambutan saat pembukaan Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-7 yang bertajuk

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) menyatakan, bahwa salah satu program untuk memakmurkan masjid yaitu dengan memanfaatkan masjid sebagai tempat pendisikan anak. Karena itu, DMI membentuk ribuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di berbagai daerah di Indonesia.

"Hal yang kedua pendidikan, maka dibentuk ribuan PAUD kerja sama dengan Kemendikbud," ujarnya dalam acara pembukaan Muktamar VII DMI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11).

JK menuturkan, pendidikan PAUD sangat penting diadakan di masjid untuk memanfaatkan waktu lowong mulai pagi hari hingga siang. Selian itu, jika sejak usia dini anak-anak didekatkan ke masjid, mak akan mencintai masjid dan memiliki karakter Islami.

"Penting masjid itu karena justru masjid di pagi hari lengang sampai jam 12 siang. Nah di situ dipergunakan untuk anak-anak yang belum sekolah, memanfaatkan ruang yang ada dan juga penting untuk generasi kita yang akan datang," ucapnya.

JK juga menyampaikan bahwa fungsi masjid pada zaman Nabi Muhammad SAW sangat luas. Selain sebagai rumah ibadah, juga berfungsi untuk tempat bermusyawarah, pusat pemerintahan, pengadilan, dan tempat mengatur strategi perang.

Menurut JK, jumlah penduduk muslim Indonesia terbesar di dunia dengan berjumlah sekitar 220 juta, sedangkan jumlah masjid dan mushalla ada lebih dari 800 ribu. Karena itu, ia berharap masjid-masjid benar-benar dapat dimaksimalkan. "Ini merupakan kekuatan yang luar biasa," katanya.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA