Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Korea Baru Miliki 40 Ruang Shalat di Seluruh Negara

Selasa 02 Mei 2017 10:01 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Indira Rezkisari

Turis Muslim mengenakan busana tradisional saat melancong ke Seoul, Korsel.

Turis Muslim mengenakan busana tradisional saat melancong ke Seoul, Korsel.

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Lee Kyung hee (41 tahun) seorang warga distrik Gangseo, Seoul sedang mengendarai mobil keluar Lotte Mall di Bandara Gimpo melihat pria membungkuk di sudut tempat parkir,  Sabtu sore lalu (29/4).

Dilansir dari Korea Jongang Daily, Selasa (2/5) awalnya Kyung hee berpikir pria itu sedang mabuk.  Dia menghadap dinding,  dan hanya berdiam diri. Setelah mengamati dia baru menyadari pria tersebut seorang Muslim yang taat dengan waktu shalatnya.

"Saya merasa kasihan kepada pengunjung Muslim yang mencari ke sana ke mari untuk shalat,  saya tidak yakin apakah memang tidak ada ruang shalat di dekatnya atau mereka tidak tahu, tapi satu hal yang pasti saat ini pemerintah Korea menyadari situasi ini dan mulai melakukan perubahan, " jelas dia.

Di Korea,  infrastruktur dasar bagi pengunjung Muslim masih menjadi kendala. Akomodasi dasar seperti ruang shalat dan restoran bersertifikat halal.

Ruang shalat dianggap sangat penting bagi umat Islam.  Hukum Islam mewajibkan umat Islam untuk shalat lima kali sehari setelah berwudhu.

Di negara dengan populasi Muslim terbanyak,  ruang shalat sangat mudah ditemukan. Tetapi di Korea, hanya ada sekitar 40 ruang shalat di seluruh negara. Kebanyakan terletak di masjid,  universitas dan rumah sakit.

Di daerah Seoul hanya ada tiga ruang shalat,  di pusat perbelanjaan CEOX dan pusat konvensi, Taman hiburan Lotte World dan di kantor organisasi pariwisata Korea.

Bahkan di bandara internasional Gimpo dan Jeju tidak memiliki ruang shalat.  Begitu juga di bandara Incheon, tidak ada ruang shalat terpisah dengan agama lain,  mereka bergabung dengan kapel kristen dan ruang doa Buddha.

Seorang juru bicara dari Bandara Incheon mengatakan ini karena belum ada banyak turis atau staf Muslim yang bekerja di bandara. Organisasi pariwisata mengatakan akan mendukung pemerintah daerah dan institusi publik dengan menambahkan 15 ruang shalat di lokasi wisata nasional. Ruang shalat akan dilengkapi dengan sajadah dan arah kiblat.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA