Senin 12 Dec 2016 14:48 WIB

MAN Wonokromo Selenggarakan Shalat Ghaib dan Penggalangan Dana

 Siswa beserta guru melakukan shalat ghaib bersama.
Siswa beserta guru melakukan shalat ghaib bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Kehilangan nyawa dan harta bendapun tidak bisa kita prediksi sebelumnya. Demikian juga bencana yang tengah melanda Pidie Jaya, Provinsi Aceh beberapa waktu yang lalu. Gempa bumi telah melanda kota tersebut dan mengakibatkan banyaknya korban jiwa dan hilangnya harta benda.

Maka, sebagai bentuk kepeduliaan terhadap masyarakat Pidie Jaya yang tengah dilanda bencana tersebut, MAN Wonokromo menyelenggarakan shalat ghaib dan penggalangan dana. "Penyelenggaraan kegiatan ini adalah dalam rangka memberikan simpati dan empati madrasah terhadap saudara saudara kita di Pidie. Kegitan yang kita lakukan merupakan realisasi kepedulian kita terhadap sesama, terlebih kepada yang sedang dilanda duka dan cobaan," tegas kepala madrasah Ali Asmui, usai pelaksanaan shalat ghaib.

Sholat ghaib yang diikuti seluruh civitas madrasah tersebut dilaksanakan di mushala madrasah akhir pekan, pukul 08.00 Wib. Sebelum dilaksanakan shalat, guru Quran hadis Samsul Anam SPd menyampaikan, rukun dan tata cara melaksanakan shalat ghaib dan juga tausiah tentang mengingat mati.

Samsul mengajak, seluruh civitas untuk mempersiapkan kematian dengan melakukan 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainnya. "Gunakan 5 perkara sebelum 5 perkara lainnya tiba yakni masa mudamu sebelum tua, masa sehatmu sebelum sakit, masa kayamu sebelum miskin, masa lapangmu sebelum sempit dan masa hidupmu sebelum mati," papar Samsul yang juga menjadi imam pada shalat ghaib tersebut.

Sementara menurut wakabid Humas Drs Syamsul Huda, penyelenggaraan shalat ghaib dan penggalangan dana ini merupakan salah satu program madrasah yakni membantu masyarakat sekitar maupun masyarakat luas yang sedang dilanda musibah/cobaan. Pelaksanaan shalat ghaib juga menambah wawasan dan pengetahuan siswa tentang tata cara pelaksanaan shalat ghaib sesuai syariat dan kaidah yang betul.

"Penggalangan dana ini akan dikumpulkan Rabu (13/2) dan hasilnya akan kami serahkan melalui organisasi social atau badan sosial yang bisa dipertanggungjawabkan. Penggalangan dana diharapkan juga menjadi media pengembangan karakter siswa dalam peduli sesama," ujar Syamsul.

sumber : kemenag.go.id
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement