Ahad 04 Dec 2016 20:46 WIB

Tips Terhindar Biro Perjalanan Umrah 'Nakal'

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Indira Rezkisari
Ilustrasi jamaah melakukan foto selfie saat memakai pakaian umrah.
Foto: AP/Mosa'ab Elshamy
Ilustrasi jamaah melakukan foto selfie saat memakai pakaian umrah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kasus penipuan yang dilakukan oleh sejumlah biro travel umrah 'nakal' masih kerap terjadi di Indonesia. Hal ini diungkapkan Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Kemenag RI Muhajirin Yasin saat peluncuran aplikasi Umrah Cerdas di Bandung, beberapa waktu lalu.

Muhajirin menilai kasus-kasus yang ada harus menjadi pelajaran bagi masyarakat. Masyarakat harus berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih biro perjalanan umrah agar terhindar dari penipuan

Muhajirin memberikan sejumlah tips agar terhindar dari biro perjalanan umrah bodong. Sehingga niat ibadah umrah bisa terlaksana dari mulai berangkat hingga kembali ke Tanah Air.

Pertama, ujarnya, masyarakat harus memastikan bahwa biro perjalanan umrah yang dipilih memiliki izin operasional dari Kemenag. Dengan demikian keberangkatan akan kebih valid dan terpercaya.

"Kita sekarang sudah punya 678 biro di Tanah Air. Jadi kalau mau umrah gunakanlah yang punya izin," ujar Yasin kepada wartawan di Hotel Grand Royal Panghegar.

Untuk melihat sebuah biro perjalanan umrah memiliki izin atau tidak, masyarakat dapat mengeceknya di website Kemenag. Apalagi Kemenag melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah meluncurkan aplikasi yang dapat mengecek legalitas biro perjalanan haji yakni Umrah Cerdas.

Setelah itu, ujar Muhajirin, calon jamaah juga harus memastikan ketika akan diberangkatkan umrah ke Tanah Suci harus sudah memegang tiket pesawat. Baik tiket keberangkatan maupun kepulangan. "Jadi mereka jangan hanya tahu kapan berangkatnya, tapi mereka juga harus sudah tahu kapan jadwal pulangnya dan itu dibuktikan dengan tiket itu," ujarnya.

Tak cukup hanya mempercayakan kepada biro umrah, ia menyebutkan calon jemaah umrah juga harus mengetahui fasilitas yang akan diberikan selama berada di Tanah Suci. Fasilitas yang akan didapat harus dipastikan dengan menandatangani perjanjian akad. "Sehingga kalau ada yang tidak sesuai dapat mengadu," ucapnya.

Dengan Sistem Informasi  Manajemen dan Pelaporan Umrah (SIMPU) online yang baru diluncurkan pemerintah juga dapat meningkatkan pengawasan kepada biro travel umrah. Sehingga pelayanan ibadah umrah akan jauh lebib baik lagi ke depannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement