Rabu 30 Nov 2016 12:45 WIB

Media Asing Sebut Aksi Damai 2 Desember Sebagai Upaya Muslim Indonesia Bersatu

Rep: Puti Almas/ Red: Agus Yulianto
Demo serupa dengan 4 November rencananya kembali digelar di 2 Desember 2016 terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Demo serupa dengan 4 November rencananya kembali digelar di 2 Desember 2016 terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi damai Bela Islam III yang digelar pada Jumat (2/12) mendatang disebut sebagai upaya Muslim di seluruh Indonesia untuk bersatu. Bahkan, salah satu media asing menyebutkan kelompok-kelompok yang dinilai beraliran keras, juga ikut terlibat.

Salah satunya adalah Front Pembela Islam (FPI). Kelompok ini telah menyatakan diri untuk ikut berpartisipasi dan mendorong semua Muslim untuk menyampaikan pesan protes atas kasus penistaan agama yang dilakukan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Setiap ada penghinaan atas nama agama, kami pasti tak akan menerimanya dan ini membuat semangat seluruh Muslim lebih kuat untuk menetang hal itu dilakukan," ujar kepala FPI Jakarta Novel Chaidir Bamukmin, Rabu (30/11).

FPI menyebut bahwa aksi protes ini pasti akan digelar secara damai. Rencananya, seluruh peserta, tak hanya dari kelompok mereka berbaris dan berjalan di sepanjang jalan protokol Ibu Kota, yaitu Sudirman hingga MH Thamrin.

Nantinya seluruh peserta Aksi Bela Islam menyuarakan keinginan agar kasus penistaan agama itu diselesaikan secepatnya. Massa yang ikut berpartisipasi berasal dari seluruh daerah di nusantara, seperti yang digelar pada 4 November lalu.

"Jika anggota keluarga saya dihina, saya akan marah. Apalagi, jika itu, menghina kitab suci agama saya," ujar salah seorang warga Bandung, Muhammad Ridla.

Ridla mengatakan, akan mengikuti aksi damai 2 Desember bersama dengan warga lain dari Bandung. Menurutnya, semua Muslim sangat wajar untuk bersatu melakukan protes terkait kasus penghinaan agama.

Secara keseluruhan, aksi bela Islam yang digelar 4 November lalu berlangsung damai. Namun, saat malam hari, bentrokan terjadi sehingga polisi menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement